Saya adalah seseorang yang terlahir di tahun 1980,..an
Saat masih kecil, yang saya ingat, dunia masih begitu innocentnya dengan hal-hal yang natural..
tidak ada teknologi secanggih sekarang..
boro-boro internet, handphone saja saat itu masih belum ada..
masih belum ada handphone layar sentuh dengan kualitas warna luar biasa seperti sekarang..
ipad iphone instagram atau facebook,, atau jenis-jenis chat macam line,wechat,wa,bbm,kakao..
Pure, tidak ada.. dunia masih bening tanpa campur tangan teknologi..
Anak cewe bermain di koridor, main masak-masak-an dengan beragam alat masak dari tanah liat..
anak cowo bermain di lapangan, main kelereng, main kejar-kejaran, bentengan atau sejenisnya..
kadang saya juga gambar menggambar di kertas, yang akhirnya selalu dimarahi nenek..
katanya jangan menyia-nyiakan kertas..
Saat masih sekolah, handphone masih sangat langka,,
Udah mulai naksir-naksir sama cowo / cewe,,
kadang suka-sukaan, dengan cara saling liat, atau tulis namanya di penghapus,
atau ukir namanya di meja sekolah, yang akhirnya kena marah guru..
Saat mulai remaja, mulai merasakan jatuh cinta dan sakit hati,,
saat sakit hati, kebanyakan mengurung diri, tidak bisa menunjukkan "gw sudah move on nih"
balas dendam ke mantan yang selingkuh... kebanyakan cuma diam, dan lost contact aja.
kalau saya kebanyakan nulis di buku diary, yang akhirnya dibakar dikira sampah --" dengan tumpukan kertas lainnya..
Saat sudah dewasa, teknologi merajalela..
yang jatuh cinta atau pura-pura jatuh cinta dengan mudah mengabarkan ke dunia dengan status "in relationship, married or complicated",,
sedang yang patah hati dengan mudah mengabarkan ke "yg menyakitinya" dengan klik delete contact atau delete friend. "gw gk butuh lu lg"
yg galau karna cintanya gk kesampaian dengan mudah mengabarkan kegalauannya dengan status alay lebay.
sedang yang sedang diam-diam deketin gebetan sering like comment atau sepuasnya liatin foto gebetan di segala social networking dan photo sharing.
ternyata... galau terlahir dari teknologi..
Hari ini aku memandangi beberapa orang yang ternyata-tanpa dinyanya-menghilang dari list bb maupun fb ,,
jelas-jelas didelete. sekalipun didelete orang yang dulu pernah dekat denganmu juga gak akan membuatmu mati...
tapi sebagai cewe, rasanya, sedikit sedih.
ternyata ada juga orang-orang yang sakit hati / bete sama saya.. hahaha..
dan karena kegalauan ini,,
dan karena ketidak mampuanku untuk mengatakan padanya "kenapa lu delete gw hahh!!"
dan karena teknologi...
biarkan aku mengabarkan kegalauanku melalui blog ini~~~~
berharap yg dimaksud membaca blog ini (walau dengan kemungkinan 1: ~ (infinity))
syalala..
"Kenapa lu delete gw hah,, apa salah gw..!!!"
Rabu, 29 Mei 2013
Senin, 22 Oktober 2012
MOMEN
Hari ketiga,
Sejenak aku terengah-engah berjalan menyusuri koridor, terlambat..
sudah banyak orang mengisi ruangan itu,
hanya tersisa beberapa tempat duduk yang masih kosong.
Tanpa buang waktu, aku langsung mencari tempat duduk yang strategis,
meletakkan tasku, dan mengambil bukuku.
sesaat kemudian, juru bicaranya muncul dengan beberapa leader lainnya,
menaiki panggung dan duduk dengan anggunnya seperti artis yang siap diwawancarai.
Seorang dari mereka berdiri,"yah hari terakhir workshop ini, kita akan mengumumkan karya terbaik workshop kali ini, dan berhak mendapat buku yang sudah ditandatangani juga goodiebag oleh sponsor"
hari inilah hari yang kami tunggu.
semua orang terdiam, menunggu seolah2 detik menegangkan..
seperti menunggu undian dan berharap namanya keluar dan dibacakan,
bedanya saat ini adalah pembuktian-bahwa-karyamu memang pantas dikatakan "terbaik"
sebuah pengakuan diri..
eng ing eng..
sebuah layar besar mendadak terang, dan terdapat tiga golongan,
karya terbaik - karya unik - dan karya favorit.
the number one is : my name. hahaha..
aku memandang terkejut, ternyata karanganku masuk di karya terbaik, the best of the best.
aku berdiri dan memandang layar yang sedikit jauh itu, untuk memastikan itu benar namaku,
dan setelah puas memandangnya aku duduk tenang dan diam.
kulihat beberapa orang juga berdiri memandangi lantas bermuka kecewa, namanya tidak ada.
dan dalam sekejap atmosfernya berubah,,
ruangan menjadi ramai, beberapa bisik2 dan beberapa lagi meneriakan "siapa sih si ini(namaku)?" "yg mana sih orangnya?" "pengen liat deh karyanya"
beberapa lagi yg mengenalku melirikku dengan tatapan "ih kok bisa elu sih.."
dan tak sedikit yang menunjuk2 sambil bergumam "itu tuh, itu orangnya"
dan beberapa 'teman' ku memandangiku, tersenyum sambil membuat gerakan bibir ..
"selamat"
tapi dengan tatapan,,
"bete deh gw.. kok bisa luu sih,,, kok bkn gw"
dan balasanku hanya tersenyum :)
momen ini adalah yang paling indah - menurutku
momen dimana bisa merasakan bahwa tidak ada orang yang tidak egois
momen dimana semua orang ingin merasakan menang
momen dimana saat itu bisa menyadari bahwa semua orang-tanpa terkecuali-bahkan termasuk teman-pun tidak bisa menyembunyikan ke-iri-annya saat dirimu menang
momen yang paling realistis..
aku tersenyum ketir, hingga bersumpah untuk menceritakkan momen ini ke dalam blog-ku
memberikan gambaran kebanggaanku yang muncul - bukan karena karyaku yang terbaik...
tp karena mereka-mereka memandang iri padaku.
dan akhirnya sadar, kenapa betapa banyak orang yang selalu ingin lebih hebat dari oranglain... ingin berkuasa, ingin memiliki segalanya, ingin cantik, ingin populer, ingin pintar, ingin hebat, ingin keren.. ? bukan karena demi mereka sendiri semata-mata...
tp karena 'kebahagiaan' merasakan MOMEN ini, momen dimana semua orang tersenyum iri dan miserable.
what a life#
Rabu, 07 Maret 2012
Tuan Putri oh Tuan Putri
Mataku meratapi ruangan kerja yang bersih dan tertata rapi itu,
lantainya beralaskan kayu, furniture nya modern, suasananya sangat nyaman sekali untuk ditempati sebagai ruang kerja..
kaca yang besar memancarkan sinar-sinar matahari yang menjadikan ruangan ini indah..
artistik..
tanganku masih tak lepas dari amplop coklat besar yang dari kemarin aku bawa-bawa ke mana mana, sebuah bukti kenekatanku akan ingin lepas dari kenyamanan orang tuaku.
masih kosong, hanya aku sendiri duduk di sofa empuk berbahan kulit,
walau mataku masih menelusuri sudut-sudut ruangan itu, pikiranku melayang jauh ke...
KEMARIN.
"ini anak saya" ujar ayah memperkenalkan ku ke kerabat-kerabatnya,
mereka mengenakan setelan yang rapi, jas kemeja dan dasi. menjabat tanganku dengan hangat.
"oh dia yang project manager ini yah?" kata mereka, lalu sambil mengangguk-angguk, yang seperti mencari-cari kata untuk memuji "hebat-hebat,, masih muda dan cantik"
ayah tersenyum lebar sambil menarikku untuk berkenalan dengan lebih banyak orang..
oh~ para eksekutif,, -memuji- sudah jadi kewajiban yang pasti saat berkenalan dengan orang.
entah tulus entah tidak, aku hanya tersenyum datar.
"oh ini putri kebanggaannya toh? hebat yah cantik loh pak.." kata seorang ibu-ibu berlipstik tebal. tertawa-tawa dengan genit. "sudah punya pacar belom??"
"ada kenalan bu?" jawab ayah, ikut bermain dalam tanya-jawab itu.
"yah anak saya ini nanti akan... begini... dan begitu... lalu rencanannya.. " dan ribuan rencana hebat yang membuat orang-orang terkagum-kagum.
sebenarnya aku tidak sehebat itu sih, tapi melihat ayah membanggakanku adalah hal paling menyenangkan walaupun kebanyakan melihat ekspresi lawan bicaranya yang seakan berkata... "bosenn deh gw denger soal anak lu truss!"
whatever. aku kan tuan putri di keluargaku. putri satu-satunya.
memangnya hanya orangtuaku saja yang membanggakan anak-anaknya? tidak kan?
HARI INI
tapi hari ini aku menempuh jarak sejauh 10 jam untuk berada di ruangan ini,
berada di suatu tempat yang sungguh asing, kota asing, dan aku ingin mencoba keberuntungan di sini... melamar kerja.
riwayat hidup telah kutata rapi di dalam amplop yang kubawa jauh2 dari kotaku,
berada di suatu perusahaan yang katanya - hebat -.
GREEKK... pintu berdecit, seorang tua dengan muka serius berdasi masuk ke dalam ruangan itu.
dia melihatku sekilas, lalu membenarkan kaca matanya dan duduk di kursi belakang meja kerja.
"silahkan duduk" katanya
aku buru-buru duduk di hadapannya, tersenyum sambil menyerahkan amplop ku.
dia membukanya dan melihatnya dengan nampak cermat. "desainer.. jago donk aplikasinya"
"ah tidak begitu pak" ujarku, malu-malu.
"kalau begitu, bisa buat seperti di tv-tv?" tanyanya
"ah belom pak.."
"berapa lama belajar desain?"
"empat tahun pak, waktu kuliah"
"cukup? sekarang merasa sudah bisa?"
aku diam, tidak tahu harus menjawab apa, pertanyaan ini menjebak sekali.
kalau aku bilang bisa : terus dikasi suruh buat animasi setaraf dreamworks atau walt disney kan gak mungkin...
kalau aku bilang tidak bisa : berati anggapannya aku masih bodoh?
"lumayan pak" tidak ada kata yang lebih tepat dibanding -lumayan-
"sebenarnya kalau cuma lumayan saja, banyak orang yang lumayan di luar sana... dan mereka juga pengangguran" dia membenarkan lagi kaca matanya. raut mukanya masih serius.
"ah iya pak"
"saya lihat dari penampilan kamu orang yang berada, kamu mau bekerja di sini sih terserah saja.. " kata bapak itu lagi, nadanya jadi ogah-ogah an. "tapi dengan level lumayan saja, apa yang kamu bisa perbuat untuk berkompeten dengan pegawai yang lain? yang taraf level mereka lebih tinggi.. itu saja mereka sudah 5-10 tahun belum naik jabatan" katanya
aku diam. kepalaku berpikir cepat. menangkap maksud-maksud dari kata-katanya.
"ayahh..!!!" seru lembut seorang gadis sekitar 17 tahun yang tiba-tiba masuk dari balik pintu.
aku dan si bapak terkejut bersamaan berpaling ke arah datangnya suara.
"oh.. ada tamu yah.. maaf" ujar si gadis itu.
"loh, kamu sudah selesai les gambar?" tanya bapak itu.
"belom lah, aku cabut, males banget deh les gambar.. aku gak sukaa gambar-gambar" jawab gadis itu berjalan ke arah kami.
"gimana sih? kamu kan nanti bakalan ke lapangan ngecekin billboard, juga mimpin di cabang luar kota perusahaan nanti.. kalo gak ngerti soal gambar.. "
MENDADAK DADAKU BERDEBAR. MENYADARI SESUATU.
"males ah ayah" lalu dia melihatku, "sori kalau lagi ada tamu, aku pergi dulu yah..nanti ke sini lagi" lalu tersenyum simpul.
gadis ini cantik sekali. benar-benar tuan putri.
tuan putri oh tuan putri. sementara aku jauh-jauh mengemis untuk mencari pekerjaan dan sesuap nasi dengan berbekal sedikit -lumayan- skill yang aku punya.
mendadak seperti dibandingkan oleh seorang tuan putri yang tanpa skill apapun, dia tetap seorang tuan putri. hingga aku sehebat apapun, selamanya juga tetap tidak akan menyamai tuan putri ini...
"saya mengerti pak, ka..kalau begitu saya pamit dulu" aku berkata lambat, berdiri, mengambil kembali amplop coklatku, dan beranjak pergi.
si bapak mengangguk dengan penuh kemenangan mengiringi kepergianku...
Ternyata,,walau setiap gadis adalah tuan putri dari keluarganya masing-masing, hidup terus memperbandingkan antara satu dengan yang lain, mengkompeten satu dengan yang lain, yang naas-nya sudah takdir jalan hidup yang dibuat dari orang tua mereka...
--- aku masih pengangguran ---
lantainya beralaskan kayu, furniture nya modern, suasananya sangat nyaman sekali untuk ditempati sebagai ruang kerja..
kaca yang besar memancarkan sinar-sinar matahari yang menjadikan ruangan ini indah..
artistik..
tanganku masih tak lepas dari amplop coklat besar yang dari kemarin aku bawa-bawa ke mana mana, sebuah bukti kenekatanku akan ingin lepas dari kenyamanan orang tuaku.
masih kosong, hanya aku sendiri duduk di sofa empuk berbahan kulit,
walau mataku masih menelusuri sudut-sudut ruangan itu, pikiranku melayang jauh ke...
KEMARIN.
"ini anak saya" ujar ayah memperkenalkan ku ke kerabat-kerabatnya,
mereka mengenakan setelan yang rapi, jas kemeja dan dasi. menjabat tanganku dengan hangat.
"oh dia yang project manager ini yah?" kata mereka, lalu sambil mengangguk-angguk, yang seperti mencari-cari kata untuk memuji "hebat-hebat,, masih muda dan cantik"
ayah tersenyum lebar sambil menarikku untuk berkenalan dengan lebih banyak orang..
oh~ para eksekutif,, -memuji- sudah jadi kewajiban yang pasti saat berkenalan dengan orang.
entah tulus entah tidak, aku hanya tersenyum datar.
"oh ini putri kebanggaannya toh? hebat yah cantik loh pak.." kata seorang ibu-ibu berlipstik tebal. tertawa-tawa dengan genit. "sudah punya pacar belom??"
"ada kenalan bu?" jawab ayah, ikut bermain dalam tanya-jawab itu.
"yah anak saya ini nanti akan... begini... dan begitu... lalu rencanannya.. " dan ribuan rencana hebat yang membuat orang-orang terkagum-kagum.
sebenarnya aku tidak sehebat itu sih, tapi melihat ayah membanggakanku adalah hal paling menyenangkan walaupun kebanyakan melihat ekspresi lawan bicaranya yang seakan berkata... "bosenn deh gw denger soal anak lu truss!"
whatever. aku kan tuan putri di keluargaku. putri satu-satunya.
memangnya hanya orangtuaku saja yang membanggakan anak-anaknya? tidak kan?
HARI INI
tapi hari ini aku menempuh jarak sejauh 10 jam untuk berada di ruangan ini,
berada di suatu tempat yang sungguh asing, kota asing, dan aku ingin mencoba keberuntungan di sini... melamar kerja.
riwayat hidup telah kutata rapi di dalam amplop yang kubawa jauh2 dari kotaku,
berada di suatu perusahaan yang katanya - hebat -.
GREEKK... pintu berdecit, seorang tua dengan muka serius berdasi masuk ke dalam ruangan itu.
dia melihatku sekilas, lalu membenarkan kaca matanya dan duduk di kursi belakang meja kerja.
"silahkan duduk" katanya
aku buru-buru duduk di hadapannya, tersenyum sambil menyerahkan amplop ku.
dia membukanya dan melihatnya dengan nampak cermat. "desainer.. jago donk aplikasinya"
"ah tidak begitu pak" ujarku, malu-malu.
"kalau begitu, bisa buat seperti di tv-tv?" tanyanya
"ah belom pak.."
"berapa lama belajar desain?"
"empat tahun pak, waktu kuliah"
"cukup? sekarang merasa sudah bisa?"
aku diam, tidak tahu harus menjawab apa, pertanyaan ini menjebak sekali.
kalau aku bilang bisa : terus dikasi suruh buat animasi setaraf dreamworks atau walt disney kan gak mungkin...
kalau aku bilang tidak bisa : berati anggapannya aku masih bodoh?
"lumayan pak" tidak ada kata yang lebih tepat dibanding -lumayan-
"sebenarnya kalau cuma lumayan saja, banyak orang yang lumayan di luar sana... dan mereka juga pengangguran" dia membenarkan lagi kaca matanya. raut mukanya masih serius.
"ah iya pak"
"saya lihat dari penampilan kamu orang yang berada, kamu mau bekerja di sini sih terserah saja.. " kata bapak itu lagi, nadanya jadi ogah-ogah an. "tapi dengan level lumayan saja, apa yang kamu bisa perbuat untuk berkompeten dengan pegawai yang lain? yang taraf level mereka lebih tinggi.. itu saja mereka sudah 5-10 tahun belum naik jabatan" katanya
aku diam. kepalaku berpikir cepat. menangkap maksud-maksud dari kata-katanya.
"ayahh..!!!" seru lembut seorang gadis sekitar 17 tahun yang tiba-tiba masuk dari balik pintu.
aku dan si bapak terkejut bersamaan berpaling ke arah datangnya suara.
"oh.. ada tamu yah.. maaf" ujar si gadis itu.
"loh, kamu sudah selesai les gambar?" tanya bapak itu.
"belom lah, aku cabut, males banget deh les gambar.. aku gak sukaa gambar-gambar" jawab gadis itu berjalan ke arah kami.
"gimana sih? kamu kan nanti bakalan ke lapangan ngecekin billboard, juga mimpin di cabang luar kota perusahaan nanti.. kalo gak ngerti soal gambar.. "
MENDADAK DADAKU BERDEBAR. MENYADARI SESUATU.
"males ah ayah" lalu dia melihatku, "sori kalau lagi ada tamu, aku pergi dulu yah..nanti ke sini lagi" lalu tersenyum simpul.
gadis ini cantik sekali. benar-benar tuan putri.
tuan putri oh tuan putri. sementara aku jauh-jauh mengemis untuk mencari pekerjaan dan sesuap nasi dengan berbekal sedikit -lumayan- skill yang aku punya.
mendadak seperti dibandingkan oleh seorang tuan putri yang tanpa skill apapun, dia tetap seorang tuan putri. hingga aku sehebat apapun, selamanya juga tetap tidak akan menyamai tuan putri ini...
"saya mengerti pak, ka..kalau begitu saya pamit dulu" aku berkata lambat, berdiri, mengambil kembali amplop coklatku, dan beranjak pergi.
si bapak mengangguk dengan penuh kemenangan mengiringi kepergianku...
Ternyata,,walau setiap gadis adalah tuan putri dari keluarganya masing-masing, hidup terus memperbandingkan antara satu dengan yang lain, mengkompeten satu dengan yang lain, yang naas-nya sudah takdir jalan hidup yang dibuat dari orang tua mereka...
--- aku masih pengangguran ---
Rabu, 26 Oktober 2011
Terlalu Baik atau Terlalu Jahat
Anda berdesis dan mengomel dalam hati,
jelas-jelas anda tahu, sinetron selalu seperti itu, tapi anda masih saja bertekad menontonnya,
hingga tanpa sadar anda berucap "goblog!". anda sadar sudah terpancing emosi.
jelas-jelas anda tahu, sutradara akan merasa menang jika penonton terpancing kemarahan atau kesedihannya,
tapi anda malah memilih untuk tetap melotot pada layar kaca yang mengalahkan anda.
anda tidak beranjak dari tempat duduk sementara beberapa orang tak tahan melihatnya, termasuk saya.
apa yang anda lihat tidak bisa juga dibilang tidak mirip dengan kenyataan.
seorang gadis yang sangat cantik, lugu, polos, ditindas oleh saudaranya, kekasihnya, teman-temannya.
tapi dia tetap baik hati menolong, sementara pemeran antagonis akan mulai menamparnya, menarik rambutnya,
dan melakukan kekerasan-kekerasan yang kemudian menjadi kesukaan pembantu rumah tangga.
bukan karena kekerasannya, tapi karena akhir dari cerita itu, adalah cinderella.
disukai lelaki super ganteng dan kaya. dan akhirnya bisa mempermalukan pemeran jahatnya.
tapi si lakon tetap baik hati, walau dari awal sampai akhir episode dia menangis tanpa henti.
karena sutradara menang, dia kemudian menyambung sinetronnya hingga alurnya tak jelas juntrungannya.
syukurlah- sekarang sudah banyak cerita yang bermutu. walau sebagian tetap menyontek dari cerita orang.
di suatu waktu yang lain, anda yang benci dengan genre film seperti itu, kemudian berkata,
"haii... bisa gantiin aku lembur?" kepada teman sekantor anda.
"eh.."
"aku sibuk banget nih,anakku ulang tahun, suamiku pergi luar kota, tidak ada orang yang mengurus, kali ini saja.."
".. tapi.." sahutnya.
"tapi gapapa kalo kamu juga sibuk, lagian km temen baik aku, aku jg gk rela menyusahkan kamu"
"oh.. tidak, kamu mikir apa sih? ya jelas aku pasti gantiin km lembur lah"
"hehe, makasih, km memang sahabat aku"
anda sendiri berbohong. dan dia juga berbohong.
alih-alih "sahabat" anda bisa seenaknya meminta orang lain melakukan apa yang anda mau?
dan alih-alih "sahabat" anda lantas harus melakukan yang anda tidak ingin lakukan?
anda akan berbahagia, bersama anak anda yang (entah benar atau tidak) berulang tahun,
sedangkan di sisi lain "sahabat" anda sedang menggerumbel dalam hati..
sebenarnya bukan kali ini saja kan?
tahu-tahu anda sudah berperan menjadi tokoh antagonis yang anda benci.
dengan tipu muslihat cara bicara anda, anda sudah bisa memanfaatkan orang lain.
apakah itu dosa?
"saya kira tidak" jawab anda "lagian dia rela melakukannya kok, saya kan sudah bilang, kalau tidak mau ya tidak usah"
naif.
pertanyaan berganti ke orang yang menggantikan anda lembur.
orang yang kadang ada di sekitar anda.
menggantikan anda bekerja, mencarikan tugas anda, mengerjakan bagian anda, menolong anda dalam hal ini itu.
yang sebenarnya anda -sadar atau tidak- telah memanfaatkannya berkali-kali.
"kamu goblog banget sih" ujar anda ketika menemukan sahabat yang anda sayangi-diperlakukan seperti itu oleh orang yang mengaku ngaku "sahabat" dia.
"kenapa sih harus ngerjain dan lakuin semua yang dia mau?!" anda sewot "TOLAK donk! jadi orang harus TEGAS dikit"
anda dengan bersikukuh mengira bahwa semua orang sama seperti anda. antagonis.
dia diam saja dan berkata "aku sudah berusaha menolaknya.. tapi.."
"kamu terlalu baik apa terlalu goblog sih!"
dia masih diam. protagonis pada dasarnya selalu ada di sekitar anda.
dia tidak tega menolak orang lain, tidak tega melukai hati orang lain, tidak ingin membuat orang beraut muram.
anda tahu orang-orang seperti itu, tapi anda masih saja melakukan hal yang sama, memanfaatkannya,
alih-alih "sahabat".
"sudah buat tugas?" kata -sahabat-ku.
"sudah" jawabku
"kalo tugasku?"
aku diam. tahu maksudnya, tapi pura-pura tidak mendengarnya.
apa aku begitu protagonis-nya.
"kau tidak berpikir aku bakalan membuat tugasmu kan?" jawabku penuh ketegasan.
"tentu saja kau akan membuatnya"
"kenapa begitu"
"karena kamu sahabatku!" senyumnya melebar "sahabat selalu saling bantu di saat butuh kan?"
dan aku berakhir di depan komputer, mengerjakan tugasnya. campur aduk karena tidak tega, kasian, dan karena dia sahabatku.
aku sang protagonis.
selama hidupku, aku banyak melakukan -tugas orang lain-peer orang lain-pekerjaan orang lain-tanpa imbalan.
aku tidak berkata aku "baik hati", karena aku sendiri ambigu dengan apa yang kukerjakan.
tapi kadang aku merasa aku "terlalu baik" atau terlalu mudah dimanfaatkan.
orang-orang banyak bergantung padaku, seperti menempelkan sticky notes di seluruh badanku,
menyuruh aku melakukan apa yang seharusnya bukan bagianku.
tapi aku tetap rela. karena aku butuh mereka untuk jadi temanku, yang sebenarnya sampai sekarang mereka bukan.
aku membohongi diriku, tapi tidak berdaya untuk berkata "tidak"
"kau goblog ya?" katamu padaku pas kuliah. "kalao temen-temen kamu dibantuin terus, ntar dia ujian gimana?!"
aku diam. "itu jahat tau!" lanjutmu lagi "kamu kira kamu baik hati?!"
"aku tidak berkata begitu" jawabku.
"lantas? kamu jahat?!"
"aku juga tidak berkata aku jahat" karena selama ini aku tidak pernah merasa hal itu.
eits.. jahat? mendadak kata-kata ini meniupkan rasa sejuk..
entah sejak kapan kata-kata "jahat" membuat aku merasa lebih baik, daripada kata "baik" ?
tahukan maksud dari -manusia bekerja, tapi tetap tuhan yang menentukan- man purposes, god disposes?
aku bisa memilih untuk jadi baik atau jahat. memberi jawaban ujian kepada teman, karena kasian, atau tidak memberi jawaban karena aku tidak mau dia hancur masa depannya karena bodoh.
tapi tuhan bisa menentukan akhir dari pilihanmu,
ketika kamu memilih untuk memberi jawaban kepada sahabatmu di saat ujian,
suatu saat dia bisa berkata "makasih ya, kamu sudah kasi aku jawaban bantuin aku lulus, aku selamanya inget kamu"
atau, "kamu sekarang yang membuat ku susah, gara-gara kamu dulu selalu ngasi jawaban sama aku, aku sekarang jadi bergantung, aku sekarang jadi manusia gagal!!!"
tapi ketika kamu memilih untuk tidak memberi jawaban kepada sahabatmu di saat ujian,
suatu saat dia (dan banyak orang akan berkata) "sok pinter.. mentang-mentang pinter, gak mau kasi tau jawaban"
atau, "makasih ya kamu tidak memberi aku jawaban saat ujian... karena sekarang aku bisa berhasil dengan berusaha sendiri"
mana yang terlihat realitas? memberi atau tidak memberi?
tentu saja memberi. tidak akan ada orang yang mau berterimakasih ketika tidak mendapat apa2.
jadi aku? termasuk orang yang terlalu baik atau jahat?
ketika aku meratapi nasibku dengan segudang tugas yang bukan milikku,
aku kemudian berpikir -mereka yang memberikan aku kesempatan ini-mereka terlalu baik padaku.
aku justru adalah pelaku, bukan korban. mereka protagonis, dan aku antagonis.
karena, mereka memberikan aku kesempatan untuk mengalahkan beberapa persen dari kompetitorku nantinya,
dan memberiku kesempatan untuk lebih gemerlap, lebih cerdas, lebih hebat.. karena jam terbangku tinggi.
aku sekarang lebih pintar, dan pengalamanku lebih banyak daripada teman seumuranku.
-tidak ada sesuatu yang sia-sia-
jadi? aku termasuk orang yang terlalu baik atau jahat?
pssstt: tapi entah mengapa tetap saja aku mendoakan mereka cepat mendapatkan balasannya...
(masih ditulis dengan emosi, saat mengerjakan tugas mereka)
jelas-jelas anda tahu, sinetron selalu seperti itu, tapi anda masih saja bertekad menontonnya,
hingga tanpa sadar anda berucap "goblog!". anda sadar sudah terpancing emosi.
jelas-jelas anda tahu, sutradara akan merasa menang jika penonton terpancing kemarahan atau kesedihannya,
tapi anda malah memilih untuk tetap melotot pada layar kaca yang mengalahkan anda.
anda tidak beranjak dari tempat duduk sementara beberapa orang tak tahan melihatnya, termasuk saya.
apa yang anda lihat tidak bisa juga dibilang tidak mirip dengan kenyataan.
seorang gadis yang sangat cantik, lugu, polos, ditindas oleh saudaranya, kekasihnya, teman-temannya.
tapi dia tetap baik hati menolong, sementara pemeran antagonis akan mulai menamparnya, menarik rambutnya,
dan melakukan kekerasan-kekerasan yang kemudian menjadi kesukaan pembantu rumah tangga.
bukan karena kekerasannya, tapi karena akhir dari cerita itu, adalah cinderella.
disukai lelaki super ganteng dan kaya. dan akhirnya bisa mempermalukan pemeran jahatnya.
tapi si lakon tetap baik hati, walau dari awal sampai akhir episode dia menangis tanpa henti.
karena sutradara menang, dia kemudian menyambung sinetronnya hingga alurnya tak jelas juntrungannya.
syukurlah- sekarang sudah banyak cerita yang bermutu. walau sebagian tetap menyontek dari cerita orang.
di suatu waktu yang lain, anda yang benci dengan genre film seperti itu, kemudian berkata,
"haii... bisa gantiin aku lembur?" kepada teman sekantor anda.
"eh.."
"aku sibuk banget nih,anakku ulang tahun, suamiku pergi luar kota, tidak ada orang yang mengurus, kali ini saja.."
".. tapi.." sahutnya.
"tapi gapapa kalo kamu juga sibuk, lagian km temen baik aku, aku jg gk rela menyusahkan kamu"
"oh.. tidak, kamu mikir apa sih? ya jelas aku pasti gantiin km lembur lah"
"hehe, makasih, km memang sahabat aku"
anda sendiri berbohong. dan dia juga berbohong.
alih-alih "sahabat" anda bisa seenaknya meminta orang lain melakukan apa yang anda mau?
dan alih-alih "sahabat" anda lantas harus melakukan yang anda tidak ingin lakukan?
anda akan berbahagia, bersama anak anda yang (entah benar atau tidak) berulang tahun,
sedangkan di sisi lain "sahabat" anda sedang menggerumbel dalam hati..
sebenarnya bukan kali ini saja kan?
tahu-tahu anda sudah berperan menjadi tokoh antagonis yang anda benci.
dengan tipu muslihat cara bicara anda, anda sudah bisa memanfaatkan orang lain.
apakah itu dosa?
"saya kira tidak" jawab anda "lagian dia rela melakukannya kok, saya kan sudah bilang, kalau tidak mau ya tidak usah"
naif.
pertanyaan berganti ke orang yang menggantikan anda lembur.
orang yang kadang ada di sekitar anda.
menggantikan anda bekerja, mencarikan tugas anda, mengerjakan bagian anda, menolong anda dalam hal ini itu.
yang sebenarnya anda -sadar atau tidak- telah memanfaatkannya berkali-kali.
"kamu goblog banget sih" ujar anda ketika menemukan sahabat yang anda sayangi-diperlakukan seperti itu oleh orang yang mengaku ngaku "sahabat" dia.
"kenapa sih harus ngerjain dan lakuin semua yang dia mau?!" anda sewot "TOLAK donk! jadi orang harus TEGAS dikit"
anda dengan bersikukuh mengira bahwa semua orang sama seperti anda. antagonis.
dia diam saja dan berkata "aku sudah berusaha menolaknya.. tapi.."
"kamu terlalu baik apa terlalu goblog sih!"
dia masih diam. protagonis pada dasarnya selalu ada di sekitar anda.
dia tidak tega menolak orang lain, tidak tega melukai hati orang lain, tidak ingin membuat orang beraut muram.
anda tahu orang-orang seperti itu, tapi anda masih saja melakukan hal yang sama, memanfaatkannya,
alih-alih "sahabat".
"sudah buat tugas?" kata -sahabat-ku.
"sudah" jawabku
"kalo tugasku?"
aku diam. tahu maksudnya, tapi pura-pura tidak mendengarnya.
apa aku begitu protagonis-nya.
"kau tidak berpikir aku bakalan membuat tugasmu kan?" jawabku penuh ketegasan.
"tentu saja kau akan membuatnya"
"kenapa begitu"
"karena kamu sahabatku!" senyumnya melebar "sahabat selalu saling bantu di saat butuh kan?"
dan aku berakhir di depan komputer, mengerjakan tugasnya. campur aduk karena tidak tega, kasian, dan karena dia sahabatku.
aku sang protagonis.
selama hidupku, aku banyak melakukan -tugas orang lain-peer orang lain-pekerjaan orang lain-tanpa imbalan.
aku tidak berkata aku "baik hati", karena aku sendiri ambigu dengan apa yang kukerjakan.
tapi kadang aku merasa aku "terlalu baik" atau terlalu mudah dimanfaatkan.
orang-orang banyak bergantung padaku, seperti menempelkan sticky notes di seluruh badanku,
menyuruh aku melakukan apa yang seharusnya bukan bagianku.
tapi aku tetap rela. karena aku butuh mereka untuk jadi temanku, yang sebenarnya sampai sekarang mereka bukan.
aku membohongi diriku, tapi tidak berdaya untuk berkata "tidak"
"kau goblog ya?" katamu padaku pas kuliah. "kalao temen-temen kamu dibantuin terus, ntar dia ujian gimana?!"
aku diam. "itu jahat tau!" lanjutmu lagi "kamu kira kamu baik hati?!"
"aku tidak berkata begitu" jawabku.
"lantas? kamu jahat?!"
"aku juga tidak berkata aku jahat" karena selama ini aku tidak pernah merasa hal itu.
eits.. jahat? mendadak kata-kata ini meniupkan rasa sejuk..
entah sejak kapan kata-kata "jahat" membuat aku merasa lebih baik, daripada kata "baik" ?
tahukan maksud dari -manusia bekerja, tapi tetap tuhan yang menentukan- man purposes, god disposes?
aku bisa memilih untuk jadi baik atau jahat. memberi jawaban ujian kepada teman, karena kasian, atau tidak memberi jawaban karena aku tidak mau dia hancur masa depannya karena bodoh.
tapi tuhan bisa menentukan akhir dari pilihanmu,
ketika kamu memilih untuk memberi jawaban kepada sahabatmu di saat ujian,
suatu saat dia bisa berkata "makasih ya, kamu sudah kasi aku jawaban bantuin aku lulus, aku selamanya inget kamu"
atau, "kamu sekarang yang membuat ku susah, gara-gara kamu dulu selalu ngasi jawaban sama aku, aku sekarang jadi bergantung, aku sekarang jadi manusia gagal!!!"
tapi ketika kamu memilih untuk tidak memberi jawaban kepada sahabatmu di saat ujian,
suatu saat dia (dan banyak orang akan berkata) "sok pinter.. mentang-mentang pinter, gak mau kasi tau jawaban"
atau, "makasih ya kamu tidak memberi aku jawaban saat ujian... karena sekarang aku bisa berhasil dengan berusaha sendiri"
mana yang terlihat realitas? memberi atau tidak memberi?
tentu saja memberi. tidak akan ada orang yang mau berterimakasih ketika tidak mendapat apa2.
jadi aku? termasuk orang yang terlalu baik atau jahat?
ketika aku meratapi nasibku dengan segudang tugas yang bukan milikku,
aku kemudian berpikir -mereka yang memberikan aku kesempatan ini-mereka terlalu baik padaku.
aku justru adalah pelaku, bukan korban. mereka protagonis, dan aku antagonis.
karena, mereka memberikan aku kesempatan untuk mengalahkan beberapa persen dari kompetitorku nantinya,
dan memberiku kesempatan untuk lebih gemerlap, lebih cerdas, lebih hebat.. karena jam terbangku tinggi.
aku sekarang lebih pintar, dan pengalamanku lebih banyak daripada teman seumuranku.
-tidak ada sesuatu yang sia-sia-
jadi? aku termasuk orang yang terlalu baik atau jahat?
pssstt: tapi entah mengapa tetap saja aku mendoakan mereka cepat mendapatkan balasannya...
(masih ditulis dengan emosi, saat mengerjakan tugas mereka)
Bagaimana kau menulis, kalau kau tidak pernah membaca?
Tidak tahu harus menulis apa.
itu pikiranku hari ini ketika melihat blogger ku yang,
sebelumnya penuh dengan tulisan yang isinya kacau balau dengan perasaan - pikiran - imajinasi - penglihatan
yang tergabung jadi "cerita" yang hingga kini kau lihat, sudah ada puluhan hasilnya.
Sudah lama tidak menulis, alasan yang paling masuk akal dan mudah diterima orang,
ketika banyak yang menanyakan padamu "kenapa tidak menulis lagi?"
dan itu sudah jadi satu kebiasaan. Aku sudah tidak menulis lagi.
dan lagi, aku bukan penulis. tidak ada alasan untukku menulis. Sambung-ku.
Jawaban itu berhasil membuat banyak orang kemudian tidak menanyakannya lagi.
Sementara aku juga tahu barangkali mereka hanya basa basi,
tidak tahu harus berkata apa padaku, tidak tahu harus bertanya apa.
tidak tahu harus memancing topik apa.
Bagaimana aku menulis, jika aku tidak pernah membaca.
Aku tidak tahu dunia, dan tidak tahu perasaan orang lain, aku juga tidak tahu kata-kata apa yang pantas aku tuliskan..
tidak tahu imajinasiku sedang berbicara apa. karena aku juga tidak mendengarnya.
Aku tidak tahu seharusnya alur-harus ke mana, tidak tahu seharusnya cerita harus menyampaikan apa.
karena aku tidak pernah membaca, jadi aku tidak menulis.
begitupun bagaimana aku membaca ceritaku, kalau aku tidak pernah menuliskannya?
aku tidak ingat jalan pikiranku kemaren-kemaren ini, perasaan dan bayanganku.
sesuatu yang berkelibat beberapa menit, yang kudiamkan saja tanpa kutuliskannya dalam suatu cerita.
sekarang aku lupa. mencarinya juga seperti mencoba mencari kepulan asap rokok yang menghilang.. tidak mungkin lagi.
hidup ini memang aneh, dan juga menarik.
saat kau tidak lagi melakukan rutinitas yang sama, dan tidak menuliskannya, kau lupa.
itu bakalan seperti belajar memasak sebulan, dan tidak pernah memasak bertahun-tahun,
atau belajar berbahasa mandarin setengah tahun, dan tidak pernah menggunakannya berbicara pada siapapun,
bahkan seperti kau merasa menyukai seseorang, dan tidak pernah bertemu dengannya puluhan tahun,
kau lupa.
bagaimana kau ingat, kalau kau tidak pernah menuliskannya?
seperti mengitari ruangan yang bundar. tidak pernah ada ujungnya.
kau tidak akan pernah ingat, jika kau tidak pernah menuliskannya,
dan jika kau tidak pernah menuliskannya, tidak akan pernah orang membacanya,
dan tanpa orang membacanya, tidak akan ada orang yang ingat.
sedangkan tidak ada orang yang ingat, maka mereka tidak akan pernah menulis.. untuk ku baca.
jadi hari ini,
aku menulis lagi... karena aku ingin kau membacanya.
itu pikiranku hari ini ketika melihat blogger ku yang,
sebelumnya penuh dengan tulisan yang isinya kacau balau dengan perasaan - pikiran - imajinasi - penglihatan
yang tergabung jadi "cerita" yang hingga kini kau lihat, sudah ada puluhan hasilnya.
Sudah lama tidak menulis, alasan yang paling masuk akal dan mudah diterima orang,
ketika banyak yang menanyakan padamu "kenapa tidak menulis lagi?"
dan itu sudah jadi satu kebiasaan. Aku sudah tidak menulis lagi.
dan lagi, aku bukan penulis. tidak ada alasan untukku menulis. Sambung-ku.
Jawaban itu berhasil membuat banyak orang kemudian tidak menanyakannya lagi.
Sementara aku juga tahu barangkali mereka hanya basa basi,
tidak tahu harus berkata apa padaku, tidak tahu harus bertanya apa.
tidak tahu harus memancing topik apa.
Bagaimana aku menulis, jika aku tidak pernah membaca.
Aku tidak tahu dunia, dan tidak tahu perasaan orang lain, aku juga tidak tahu kata-kata apa yang pantas aku tuliskan..
tidak tahu imajinasiku sedang berbicara apa. karena aku juga tidak mendengarnya.
Aku tidak tahu seharusnya alur-harus ke mana, tidak tahu seharusnya cerita harus menyampaikan apa.
karena aku tidak pernah membaca, jadi aku tidak menulis.
begitupun bagaimana aku membaca ceritaku, kalau aku tidak pernah menuliskannya?
aku tidak ingat jalan pikiranku kemaren-kemaren ini, perasaan dan bayanganku.
sesuatu yang berkelibat beberapa menit, yang kudiamkan saja tanpa kutuliskannya dalam suatu cerita.
sekarang aku lupa. mencarinya juga seperti mencoba mencari kepulan asap rokok yang menghilang.. tidak mungkin lagi.
hidup ini memang aneh, dan juga menarik.
saat kau tidak lagi melakukan rutinitas yang sama, dan tidak menuliskannya, kau lupa.
itu bakalan seperti belajar memasak sebulan, dan tidak pernah memasak bertahun-tahun,
atau belajar berbahasa mandarin setengah tahun, dan tidak pernah menggunakannya berbicara pada siapapun,
bahkan seperti kau merasa menyukai seseorang, dan tidak pernah bertemu dengannya puluhan tahun,
kau lupa.
bagaimana kau ingat, kalau kau tidak pernah menuliskannya?
seperti mengitari ruangan yang bundar. tidak pernah ada ujungnya.
kau tidak akan pernah ingat, jika kau tidak pernah menuliskannya,
dan jika kau tidak pernah menuliskannya, tidak akan pernah orang membacanya,
dan tanpa orang membacanya, tidak akan ada orang yang ingat.
sedangkan tidak ada orang yang ingat, maka mereka tidak akan pernah menulis.. untuk ku baca.
jadi hari ini,
aku menulis lagi... karena aku ingin kau membacanya.
Kamis, 12 Mei 2011
Terminal...
Hujan rintik-rintik, langit berkilat kilat tak mau kalah...
Aku masih disini...
masih asik memandangi peperangan antara alam yang mengitari terminal,
tempatku duduk sekarang ini... terminal bis..
kadang,, aku menoleh ke kanan, masih ada dia.
duduk dengan pakaiannya yg lusuh dan ala kadarnya...
"mau?" tanyaku, sambil menyodorkan sepak permen karet yang sudah berkurang tiga..
dia sejenak menoleh kanan kiri,, tidak ada siapa2, sudah jelas yang aku maksud adalah dia.
"eh.. ah.. terima kasih" dia ragu2 mengambil satu potong permen karet mint ku..
"ke mana?" tanyaku
dia melirik sedikit ke arahku, dan melihat telunjukku menunjuk bis bis yg masih tidak bergerak.
"ke.." jawabnya rintih "..kota"
"oh.." aku tidak bertanya lagi.
sebenarnya sudah ada segudang pertanyaan yang ingin ak tanyakan padanya, seperti, mau apa dia ke kota, mau bertemu siapa, kenapa sendirian, dan banyak lagi..
tapi nampaknya dia sudah enggan berbicara..
dia bolak balik melihat ke tangan kanannya, yang terpasang jam tangan butut coklat kekuningan..
merasa ada yg tidak beres, dia menggoyang goyangkan tangan kanannya,,
yang sebenarnya menggoyang goyangkan jam tangannya..
"jam lima" ujarku... "masih dua jam lagi hingga bis datang"
"oh.." gumamnya..
lalu kami diam kembali..
lucu juga,
di terminal kota kecil sekecil ini,
dengan hanya kita berdua di tempat ini,,
tapi kita masih diam tak bicara..
"hm.. " dia tiba tiba melihat ke arahku,, penuh dengan rasa tak pasti "kamu ke mana?"
"aku belum tahu" ujarku sambil tertawa..
"gak tahu?" tanyanya tak yakin..
"yap.." aku tersenyum kecil, sembari melihat tas backpackku yang penuh dengan barang yang berserakan "aku tergantung angin ke mana membawaku pergi"
"apa yang membuatmu yakin, angin akan membawamu pergi ke tempat yang lebih baik?" mendadak dia melotot ke arahku, penuh rasa tanda tanya, campur ketertarikan yang mendalam.
aku tergelak,,
"aku tidak tahu, tapi, angin cuma akan membawaku ke dua tempat, tempat yang lebih baik dr ini, atau tempat yang lebih buruk dari ini... "
dia melihatku penuh kebingungan,,
"tapi,, paling tidak, aku tidak berada di tempat yang sama, yang tanpa resiko kehilangan atau mendapatkan." tambahku.
mendadak dia melihat mataku lekat-lekat.
"kenapa tidak ke kota?" tanyanya "kota besar, akan banyak pekerjaan, banyak mall, dan banyak hal yang bisa didapat dan ditemukan"
"mungkin cuma belum saatnya" jawabku enteng...
obrolan kami pun menjadi lebih panjang daripada waktu yang seharusnya ditunggu.
bunyi derum bis mengingatkan akhir dari pembicaraan ini.
aku dan dia sama2 menoleh ke arah bis yang mendekat.
"itu bis mu" kataku.
dia berdiri, seakan tak rela untuk meninggalkanku, dia menoleh beberapa kali sebelum benar-benar naik ke dalam bis. "kamu?" tanyanya..
aku tersenyum manis, berharap dia tidak usah memperdulikanku, mungkin pertanyaan dia cuma basa basi. dia beberapa kali mengetuk jendela bis tempat dia duduk,
seakan berkata .. ayo, ayo, naik ke sini.
tapi aku masih bungkam, menggeleng dan tersenyum,
dalam hati terus menguatkan, aku akan baik2 saja disini.
akhirnya, bis itu berjalan perlahan keluar dari area terminal..
hilang bersamaan dengan asap hitam yang mengepul,,
kontras dengan cahaya oranye matahari yang mulai mengamuk dari sela-sela awan gelap.
aku,
tidak akan bertemu dengan dia lagi kan?
aku tertawa, yang sebenarnya aku ingin menangis tragis.
penjaga terminal sepertiku, terus berharap suatu saat bisa keluar dari tempat ini,
bisa naik ke dalam bis, dan bersamaan dengan waktu melihat terminal yang menghilang,
bukan sebaliknya.
cara agar aku bisa bertemu dengan dia lagi,
hanya dengan naik ke bis, dan bertemu dia di terminal berikutnya.
yang mungkin, di terminal yang lain, dia bahkan lupa denganku,
atau lupa pembicaraan kita di terminal ini...
ketika dalam hidup,
orang datang dan pergi, dalam artian bukan datang dan meninggalkan,,
tapi pergi bersamaan dengan kehidupan dan waktu yang berputar,,
pergi ke terminal yang jauh di sana..
ke terminal yang mungkin entah berapa lama lagi aku bisa menjangkaunya,,
ke terminal yang mungkin menghilangkan pribadi kita sekarang ini,,
ke terminal yang mungkin tempat perpisahan kita,
.....
aku masih disini,..
"ke kota juga yah?" tanya seseorang di belakangku,
oh, ternyata "dia yang lain" ...
"aku juga mau ke kota nih" katanya sambil duduk di sebelah kananku, "sepi sekali yah disini, jam brapa ya bisnya datang?"
"jam satu" ujarku tersenyum. "permen?" tawarku..
"oh,, tentu" permen karetku kini berkurang lima.. "jadi kamu sendiri ke mana?"
aku tergelak,,
"ke tempat angin akan membawa ku pergi.."
Aku masih disini...
masih asik memandangi peperangan antara alam yang mengitari terminal,
tempatku duduk sekarang ini... terminal bis..
kadang,, aku menoleh ke kanan, masih ada dia.
duduk dengan pakaiannya yg lusuh dan ala kadarnya...
"mau?" tanyaku, sambil menyodorkan sepak permen karet yang sudah berkurang tiga..
dia sejenak menoleh kanan kiri,, tidak ada siapa2, sudah jelas yang aku maksud adalah dia.
"eh.. ah.. terima kasih" dia ragu2 mengambil satu potong permen karet mint ku..
"ke mana?" tanyaku
dia melirik sedikit ke arahku, dan melihat telunjukku menunjuk bis bis yg masih tidak bergerak.
"ke.." jawabnya rintih "..kota"
"oh.." aku tidak bertanya lagi.
sebenarnya sudah ada segudang pertanyaan yang ingin ak tanyakan padanya, seperti, mau apa dia ke kota, mau bertemu siapa, kenapa sendirian, dan banyak lagi..
tapi nampaknya dia sudah enggan berbicara..
dia bolak balik melihat ke tangan kanannya, yang terpasang jam tangan butut coklat kekuningan..
merasa ada yg tidak beres, dia menggoyang goyangkan tangan kanannya,,
yang sebenarnya menggoyang goyangkan jam tangannya..
"jam lima" ujarku... "masih dua jam lagi hingga bis datang"
"oh.." gumamnya..
lalu kami diam kembali..
lucu juga,
di terminal kota kecil sekecil ini,
dengan hanya kita berdua di tempat ini,,
tapi kita masih diam tak bicara..
"hm.. " dia tiba tiba melihat ke arahku,, penuh dengan rasa tak pasti "kamu ke mana?"
"aku belum tahu" ujarku sambil tertawa..
"gak tahu?" tanyanya tak yakin..
"yap.." aku tersenyum kecil, sembari melihat tas backpackku yang penuh dengan barang yang berserakan "aku tergantung angin ke mana membawaku pergi"
"apa yang membuatmu yakin, angin akan membawamu pergi ke tempat yang lebih baik?" mendadak dia melotot ke arahku, penuh rasa tanda tanya, campur ketertarikan yang mendalam.
aku tergelak,,
"aku tidak tahu, tapi, angin cuma akan membawaku ke dua tempat, tempat yang lebih baik dr ini, atau tempat yang lebih buruk dari ini... "
dia melihatku penuh kebingungan,,
"tapi,, paling tidak, aku tidak berada di tempat yang sama, yang tanpa resiko kehilangan atau mendapatkan." tambahku.
mendadak dia melihat mataku lekat-lekat.
"kenapa tidak ke kota?" tanyanya "kota besar, akan banyak pekerjaan, banyak mall, dan banyak hal yang bisa didapat dan ditemukan"
"mungkin cuma belum saatnya" jawabku enteng...
obrolan kami pun menjadi lebih panjang daripada waktu yang seharusnya ditunggu.
bunyi derum bis mengingatkan akhir dari pembicaraan ini.
aku dan dia sama2 menoleh ke arah bis yang mendekat.
"itu bis mu" kataku.
dia berdiri, seakan tak rela untuk meninggalkanku, dia menoleh beberapa kali sebelum benar-benar naik ke dalam bis. "kamu?" tanyanya..
aku tersenyum manis, berharap dia tidak usah memperdulikanku, mungkin pertanyaan dia cuma basa basi. dia beberapa kali mengetuk jendela bis tempat dia duduk,
seakan berkata .. ayo, ayo, naik ke sini.
tapi aku masih bungkam, menggeleng dan tersenyum,
dalam hati terus menguatkan, aku akan baik2 saja disini.
akhirnya, bis itu berjalan perlahan keluar dari area terminal..
hilang bersamaan dengan asap hitam yang mengepul,,
kontras dengan cahaya oranye matahari yang mulai mengamuk dari sela-sela awan gelap.
aku,
tidak akan bertemu dengan dia lagi kan?
aku tertawa, yang sebenarnya aku ingin menangis tragis.
penjaga terminal sepertiku, terus berharap suatu saat bisa keluar dari tempat ini,
bisa naik ke dalam bis, dan bersamaan dengan waktu melihat terminal yang menghilang,
bukan sebaliknya.
cara agar aku bisa bertemu dengan dia lagi,
hanya dengan naik ke bis, dan bertemu dia di terminal berikutnya.
yang mungkin, di terminal yang lain, dia bahkan lupa denganku,
atau lupa pembicaraan kita di terminal ini...
ketika dalam hidup,
orang datang dan pergi, dalam artian bukan datang dan meninggalkan,,
tapi pergi bersamaan dengan kehidupan dan waktu yang berputar,,
pergi ke terminal yang jauh di sana..
ke terminal yang mungkin entah berapa lama lagi aku bisa menjangkaunya,,
ke terminal yang mungkin menghilangkan pribadi kita sekarang ini,,
ke terminal yang mungkin tempat perpisahan kita,
.....
aku masih disini,..
"ke kota juga yah?" tanya seseorang di belakangku,
oh, ternyata "dia yang lain" ...
"aku juga mau ke kota nih" katanya sambil duduk di sebelah kananku, "sepi sekali yah disini, jam brapa ya bisnya datang?"
"jam satu" ujarku tersenyum. "permen?" tawarku..
"oh,, tentu" permen karetku kini berkurang lima.. "jadi kamu sendiri ke mana?"
aku tergelak,,
"ke tempat angin akan membawa ku pergi.."
Rabu, 13 April 2011
Tidak Bicara
Apa yang salah,, dengan "tidak bicara?"
pada hari yang cerah terik,, aku diam saja..
mereka mengoceh berhaha hihi ria, sambil terus2an mengata2in orang lain,, alih2 gosip.
bertanya tentang saranku, yang sebenarnya hanya bertujuan dua hal :
1. menyetujui bahwa apa yang dikatakan mereka adalah benar
2. bahwa aku juga meyakini bahwa faktanya memang begitu..
intinya adalah "aku berada di pihak mereka"
"cewe itu jelek yah" "menurutmu gmn cewe itu?"
lalu jawaban yang biasanya keluar ada dua :
"iya bener.. parah.." lawan bicara akan berkata "iya kannn.." dan kamu jadi kawannya
"gak ah, masa sih" lawan bicara akan berkata "yg bener aja!" dan kamu - tidak langsung - jadi lawannya..
padahal kenyataannya, AKU tidak peduli.
siapa cewe itu, aku tidak kenal juga, ngata2in dia juga tidak ada gunanya..
tapi, option dari dua jawaban itu akan membuat efek. "join or not"
aku masih diam saja,, menjalani hari2 rutinitas yang super membosankan.
inilah yang namanya RODA. berjalan tanpa tujuan, yang orang2 akan mengisikan dengan "IMAN" sebagai tujuan hidup mereka..
masih diam juga, menungguin "sahabat-sahabat"ku sedang "bergosip"
"parah banget deh cewe itu, gk ada cantik2nya dandan jg engga"
"cowo itu keren banget yahh.. gantengg, aduh seandainya mau jadi pacarku"
"parah dosen itu,, galak lluar biasaa.. mana ada yg mau sm dia, jadi perawan tua dah"
"bonyok kuuu parahh lemot abiss, diajak ngmg mala jawabannya kacau.. "
ketawa-ketiwi-ketawa-ketiwi...
mungkin~ mungkin loh, "bergosip" bagi wanita adalah "rokok" bagi pria.
karena "bergosip" lah yang bisa membuat para wanita menjadi dekat akrab dan saling memandang sebagai "sahabat"...
jika memang benar begitu, maka jangan heran, persahabatan wanita sungguh sangat "kejam"
peperangan dalam hidup "persahabatan" wanita memang kejam.
senjata andalan mereka adalah "mulut" ~ yang berbisa.
herannya, banyak lelaki yang (entah bodoh entah tolol) mencintai mereka dengan amat saksama.. bagaikan membaca proklamasi.
seorang gadis, seorang "sahabatku" dan katanya "sodaraku"...
sangat pintar dan lihai memainkan "peperangan" ini...
gadis (yang dimaksud) : "kalo km pny masalah km ngmg aja yah, aku pasti bantu, ak sudah anggap km sodaraku sendiri,, aku sayang sm km, ak gk akan biarin km susah... "
kadang2 dia berkata : "kenapa yah si A gk suka sm aku,, memang orang baik selalu gk disukai orang banyak.. tp gk papa,, ak percara pada yang di atas, pasti ak diberi keberuntungan dan petunjuk"
sampai suatu saat : "si A ternyata anaknya bs marah2 dan maki2 aku gitu,, ak sedih... *nangis... padahal apa salahku,,"
nanti, diriku, ataupun dirimu yg menghadapi gadis ini akan berkata : (atau dalam hati)
"parah banget sih si A... cup2,, jangan sedih,, aku masih disini kok, km baik, ak seneng pny tmn kaya km,, bahagia.. kan km masih ada aku, jadi jangan sedih ya"
the end~ hubungan kalian adalah sodara yang manis.
peduli amat dengan si A? dia mmg jahat... tapi,,
bagaimana kalo yang terjadi sebaliknya? (seperti sinetron berkepanjangan)
gadis (yang dimaksud) adalah "pencari perhatian orang banyak",,, dan si A, sama sekali tidak ada hubungannya dengan marah2 atau maki2.. semuanya hanya untuk "MENCARI PERHATIANMU"... atau kadang parahnya.. memonopoli kamu agar membenci si A.
ini cuma satu dua contoh yang paling "simple" dalam kehidupan wanita sehari2..
yang mungkin bisa juga ditemukan di hidup para pria.
ini permainan anak psikologi. yang parahnya hanya untuk kesenangan-hasrat-diri sendiri.
kadang sebagai "penganalisis" : mengingat aku tidak ikut berkutat dalam peperangan ini.
aku bertanya2, mungkin bisa karena faktor sirik, bisa karena faktor sebel, bisa karena faktor benci, bisa karena faktor heran..
"kenapa gadis semacam itu, disukai banyak orang? dicintai dan digandrungi? bahkan di dalam "IMAN" yang selalu dia angkat2 sebagai pedoman hidup... dia sukses sebagai penolong?"
apakah dia akan masuk surga? apakah hidupnya akan mulus terus?
karena sekarang "DOSA" sudah jadi kata yang ambigu.
apa aku harus bertanya atau meneriakkan kepenasaran ku?
~mungkin di dalam peperangan ini, aku lebih baik tidak bicara~
"km diem aja, sampe lupa kamu ada disini.. " "kok gk ngmg" ...
masih hening.
masih tidak bicara.
bukti kebencianku - dan keherananku pada dunia. dengan gadis2 sepertimu.
pada hari yang cerah terik,, aku diam saja..
mereka mengoceh berhaha hihi ria, sambil terus2an mengata2in orang lain,, alih2 gosip.
bertanya tentang saranku, yang sebenarnya hanya bertujuan dua hal :
1. menyetujui bahwa apa yang dikatakan mereka adalah benar
2. bahwa aku juga meyakini bahwa faktanya memang begitu..
intinya adalah "aku berada di pihak mereka"
"cewe itu jelek yah" "menurutmu gmn cewe itu?"
lalu jawaban yang biasanya keluar ada dua :
"iya bener.. parah.." lawan bicara akan berkata "iya kannn.." dan kamu jadi kawannya
"gak ah, masa sih" lawan bicara akan berkata "yg bener aja!" dan kamu - tidak langsung - jadi lawannya..
padahal kenyataannya, AKU tidak peduli.
siapa cewe itu, aku tidak kenal juga, ngata2in dia juga tidak ada gunanya..
tapi, option dari dua jawaban itu akan membuat efek. "join or not"
aku masih diam saja,, menjalani hari2 rutinitas yang super membosankan.
inilah yang namanya RODA. berjalan tanpa tujuan, yang orang2 akan mengisikan dengan "IMAN" sebagai tujuan hidup mereka..
masih diam juga, menungguin "sahabat-sahabat"ku sedang "bergosip"
"parah banget deh cewe itu, gk ada cantik2nya dandan jg engga"
"cowo itu keren banget yahh.. gantengg, aduh seandainya mau jadi pacarku"
"parah dosen itu,, galak lluar biasaa.. mana ada yg mau sm dia, jadi perawan tua dah"
"bonyok kuuu parahh lemot abiss, diajak ngmg mala jawabannya kacau.. "
ketawa-ketiwi-ketawa-ketiwi...
mungkin~ mungkin loh, "bergosip" bagi wanita adalah "rokok" bagi pria.
karena "bergosip" lah yang bisa membuat para wanita menjadi dekat akrab dan saling memandang sebagai "sahabat"...
jika memang benar begitu, maka jangan heran, persahabatan wanita sungguh sangat "kejam"
peperangan dalam hidup "persahabatan" wanita memang kejam.
senjata andalan mereka adalah "mulut" ~ yang berbisa.
herannya, banyak lelaki yang (entah bodoh entah tolol) mencintai mereka dengan amat saksama.. bagaikan membaca proklamasi.
seorang gadis, seorang "sahabatku" dan katanya "sodaraku"...
sangat pintar dan lihai memainkan "peperangan" ini...
gadis (yang dimaksud) : "kalo km pny masalah km ngmg aja yah, aku pasti bantu, ak sudah anggap km sodaraku sendiri,, aku sayang sm km, ak gk akan biarin km susah... "
kadang2 dia berkata : "kenapa yah si A gk suka sm aku,, memang orang baik selalu gk disukai orang banyak.. tp gk papa,, ak percara pada yang di atas, pasti ak diberi keberuntungan dan petunjuk"
sampai suatu saat : "si A ternyata anaknya bs marah2 dan maki2 aku gitu,, ak sedih... *nangis... padahal apa salahku,,"
nanti, diriku, ataupun dirimu yg menghadapi gadis ini akan berkata : (atau dalam hati)
"parah banget sih si A... cup2,, jangan sedih,, aku masih disini kok, km baik, ak seneng pny tmn kaya km,, bahagia.. kan km masih ada aku, jadi jangan sedih ya"
the end~ hubungan kalian adalah sodara yang manis.
peduli amat dengan si A? dia mmg jahat... tapi,,
bagaimana kalo yang terjadi sebaliknya? (seperti sinetron berkepanjangan)
gadis (yang dimaksud) adalah "pencari perhatian orang banyak",,, dan si A, sama sekali tidak ada hubungannya dengan marah2 atau maki2.. semuanya hanya untuk "MENCARI PERHATIANMU"... atau kadang parahnya.. memonopoli kamu agar membenci si A.
ini cuma satu dua contoh yang paling "simple" dalam kehidupan wanita sehari2..
yang mungkin bisa juga ditemukan di hidup para pria.
ini permainan anak psikologi. yang parahnya hanya untuk kesenangan-hasrat-diri sendiri.
kadang sebagai "penganalisis" : mengingat aku tidak ikut berkutat dalam peperangan ini.
aku bertanya2, mungkin bisa karena faktor sirik, bisa karena faktor sebel, bisa karena faktor benci, bisa karena faktor heran..
"kenapa gadis semacam itu, disukai banyak orang? dicintai dan digandrungi? bahkan di dalam "IMAN" yang selalu dia angkat2 sebagai pedoman hidup... dia sukses sebagai penolong?"
apakah dia akan masuk surga? apakah hidupnya akan mulus terus?
karena sekarang "DOSA" sudah jadi kata yang ambigu.
apa aku harus bertanya atau meneriakkan kepenasaran ku?
~mungkin di dalam peperangan ini, aku lebih baik tidak bicara~
"km diem aja, sampe lupa kamu ada disini.. " "kok gk ngmg" ...
masih hening.
masih tidak bicara.
bukti kebencianku - dan keherananku pada dunia. dengan gadis2 sepertimu.
Senin, 11 Oktober 2010
leap of faith
"apa kabar? how was ur day?"
kalimat ini selalu aku tunggu2,,, ketika aku melihat message ku.
aku tersenyum sejenak dan mulai mengetik ttg hari2ku (yg sebenarnya biasa saja)
kamu akan menanggapinya dengan penuh antusias,,
dan aku jadi semakin membara untuk bercerita lebih lanjut,,,
aku mengenalmu tidak terlalu lama,,
tapi hatiku merasa sudah sangat lamaaa sekali mengenal kamu.
aku bisa cerita apa aja,, bisa sampai lapisan terdalam diriku,,kepadamu
hanya seorang,, seorang sahabat yang sebenarnya tidak ada bedanya dengan yang lain.
perbedaannya, kamu merongrong lebih jauh isi hatiku, dibanding yg lain.
km masuk lebih dalam di kehidupanku lebih jauh drpd sahabat ku dr kecil.
dan apalah km ini bagiku?
aku sangat terikat dan dilema,, pada suatu ketika.
aku merasa tak kuat terus menanggung beban menggantung seperti ini,,,
aku tau benar perasaanmu padaku, tapi km tau benar, apa yg sebenarnya tak mungkin kita jalani...km hanya menguatkan dirimu sendiri dan berkata bahwa itu mungkin.
akhirnya, seorang lain datang dalam hidupku, dan membuat duniaku bergoyang sesaat,
aku mengambilnya sebagai "mimpi yg terjawab"
dan aku memutuskan untuk berhenti dalam hubungan yang semakin tak pasti seperti ini..
beberapa orang, aku sedih beberapa kali, tapi aku hanya menangis saat memutuskan hubungan ini denganmu...
apalah kamu ini bagiku?
aku merasa "bahagia" ketika bisa menjalani hidup dengan orang yang aku rasa "mencintaiku"... tapi aku terus mencari kesempurnaan,
karena aku tidak mendapatkan impianku terjawab di "mimpi yg terjawab" itu...
aku mencari orang lain, yang sebenarnya bukan siapa2,, dia juga baik padaku.
tapi kebaikannya hanya karena kita senasib - dan bukan karena suka.
kadang, dia selalu memarahi ku, cemburu, menuntut.. hingga hari demi hari aku makin takut untuk bercerita lebih banyak...
aku hanya bercerita padamu.
km tetap dengan sabar mendengarkanku,
tetap memberikan saran terbaikmu,
kamu tidak pernah meninggalkan aku....
tapi apalah km ini dalam hidupku?
pada akhirnya, "mimpi yg terjawab" berubah menjadi "neraka yang terjawab" ...
aku terus menangis,, merasa hancur - karena baru saja aku merasakan aku bermimpi, tahu2 aku dijatuhkan dari langit paling atas...
tapi kamu tidak menunggu dua kali untuk menjemputku.
kamu ada.
kamu selalu ada.
km selalu bertindak sebagai sahabat yg paling baik.
aku selalu bersyukur memiliki kamu,
bersyukur ketika km tidak mendapatkan gadis yg km sukai,
bersyukur aku masih memiliki km...
apalah kamu?
kalau ternyata kenyataannya,,, aku yg egois...
mungkinkah aku yg selama ini memberikan tali tak nampak pada hatimu?
ketika km jauh, aku bisa menariknya lagi.
apa kah memang itu yang aku lakukan padamu?
detik2 memang berjalan begitu cepat,,
hingga aku merangkak lagi untuk membenahi mimpi dan hati yg terluka.
puing2nya terlalu banyak, dan masih rapuh...
tapi kamu masih ada.
km menemani hari2ku dengan kegombalan dan lelucon,
aku selalu tersenyum dan tertawa, sesaat aku merasa sangat bahagia
ketika aku menemukan sahabat2ku sudah hilang ditelan masa,
kamu masih ada untuk menguatkan aku,,,
ketika aku terpuruk dalam kegalauan seorang diri,
kamu selalu ada untuk memberikan aku semangat....
mungkin km tidak pernah tau, tp.. arti kamu, bagi aku, bukan hanya sekedar kata2..
tapi arti km bagi hatiku?
aku tidak bisa menjawabnya.
aku sangat suka ketika kamu menggombal, aku merasa aku hidup kembali...
tapi saat km berkata "i love u"
segelintir air mengaliri pipiku,,
apalah kamu?
siapa kamu?
kenapa kamu bisa membuatku seperti ini?
aku bertindak seolah2 aku lupa...
karena keesokan harinya aku akan melihat message itu lagi
dan aku merasa ada ssorg yg menemani aku.
tapi malam harinya, aku merasa mulai harus menemukan jawaban ini,
dan besoknya aku lupa lagi...
pada hari yg paling km nantikan, akhirnya kamu memintaku untuk melakukan lompatan besar. bersamamu...
tapi,,
aku justru bilang tidak.
apalah kamu? apalah aku?
sebenarnya, ada hubungan apa kita di masa lalu?
kenapa aku begitu terikat sangat denganmu...
kenapa aku bisa begitu sedih dan senang beriringan denganmu?
kenapa aku bisa tidak terlalu mencintaimu dan tidak berani untuk bersamamu?
kenapa aku bisa mencintaimu dalam konteks yang membuatku nampak egois?
aku harus lari ke mana?
bagaimana aku harus berkata padamu?
kenapa aku harus menjawabmu?
senormal-normalnya aku dengan otak normalku, aku akan berkata dengan terus terang,
"tolong tinggalkan aku,, hubungan kita sangat tidak sehat, pergilah. aku sungguh2 tidak mungkin denganmu (tanpa alasan logis yg bisa kumengerti) "
aku dengan sepenuh hati (kenormalanku) aku berharap kamu pergi dalam hidupku.
pergilah mencari kebahagiaanmu sendiri...
jangan lagi terikat hati padaku, putuskanlah tali apapun yg membelenggumu.
aku sepenuhnya berharap kamu pergi...
aku bilang "aku tidak mau lagi bersamamu"
tapi aku tetap menantikanmu...
aku selalu bersiap untuk membalas messagemu.
"love u" in the way of me...
kalimat ini selalu aku tunggu2,,, ketika aku melihat message ku.
aku tersenyum sejenak dan mulai mengetik ttg hari2ku (yg sebenarnya biasa saja)
kamu akan menanggapinya dengan penuh antusias,,
dan aku jadi semakin membara untuk bercerita lebih lanjut,,,
aku mengenalmu tidak terlalu lama,,
tapi hatiku merasa sudah sangat lamaaa sekali mengenal kamu.
aku bisa cerita apa aja,, bisa sampai lapisan terdalam diriku,,kepadamu
hanya seorang,, seorang sahabat yang sebenarnya tidak ada bedanya dengan yang lain.
perbedaannya, kamu merongrong lebih jauh isi hatiku, dibanding yg lain.
km masuk lebih dalam di kehidupanku lebih jauh drpd sahabat ku dr kecil.
dan apalah km ini bagiku?
aku sangat terikat dan dilema,, pada suatu ketika.
aku merasa tak kuat terus menanggung beban menggantung seperti ini,,,
aku tau benar perasaanmu padaku, tapi km tau benar, apa yg sebenarnya tak mungkin kita jalani...km hanya menguatkan dirimu sendiri dan berkata bahwa itu mungkin.
akhirnya, seorang lain datang dalam hidupku, dan membuat duniaku bergoyang sesaat,
aku mengambilnya sebagai "mimpi yg terjawab"
dan aku memutuskan untuk berhenti dalam hubungan yang semakin tak pasti seperti ini..
beberapa orang, aku sedih beberapa kali, tapi aku hanya menangis saat memutuskan hubungan ini denganmu...
apalah kamu ini bagiku?
aku merasa "bahagia" ketika bisa menjalani hidup dengan orang yang aku rasa "mencintaiku"... tapi aku terus mencari kesempurnaan,
karena aku tidak mendapatkan impianku terjawab di "mimpi yg terjawab" itu...
aku mencari orang lain, yang sebenarnya bukan siapa2,, dia juga baik padaku.
tapi kebaikannya hanya karena kita senasib - dan bukan karena suka.
kadang, dia selalu memarahi ku, cemburu, menuntut.. hingga hari demi hari aku makin takut untuk bercerita lebih banyak...
aku hanya bercerita padamu.
km tetap dengan sabar mendengarkanku,
tetap memberikan saran terbaikmu,
kamu tidak pernah meninggalkan aku....
tapi apalah km ini dalam hidupku?
pada akhirnya, "mimpi yg terjawab" berubah menjadi "neraka yang terjawab" ...
aku terus menangis,, merasa hancur - karena baru saja aku merasakan aku bermimpi, tahu2 aku dijatuhkan dari langit paling atas...
tapi kamu tidak menunggu dua kali untuk menjemputku.
kamu ada.
kamu selalu ada.
km selalu bertindak sebagai sahabat yg paling baik.
aku selalu bersyukur memiliki kamu,
bersyukur ketika km tidak mendapatkan gadis yg km sukai,
bersyukur aku masih memiliki km...
apalah kamu?
kalau ternyata kenyataannya,,, aku yg egois...
mungkinkah aku yg selama ini memberikan tali tak nampak pada hatimu?
ketika km jauh, aku bisa menariknya lagi.
apa kah memang itu yang aku lakukan padamu?
detik2 memang berjalan begitu cepat,,
hingga aku merangkak lagi untuk membenahi mimpi dan hati yg terluka.
puing2nya terlalu banyak, dan masih rapuh...
tapi kamu masih ada.
km menemani hari2ku dengan kegombalan dan lelucon,
aku selalu tersenyum dan tertawa, sesaat aku merasa sangat bahagia
ketika aku menemukan sahabat2ku sudah hilang ditelan masa,
kamu masih ada untuk menguatkan aku,,,
ketika aku terpuruk dalam kegalauan seorang diri,
kamu selalu ada untuk memberikan aku semangat....
mungkin km tidak pernah tau, tp.. arti kamu, bagi aku, bukan hanya sekedar kata2..
tapi arti km bagi hatiku?
aku tidak bisa menjawabnya.
aku sangat suka ketika kamu menggombal, aku merasa aku hidup kembali...
tapi saat km berkata "i love u"
segelintir air mengaliri pipiku,,
apalah kamu?
siapa kamu?
kenapa kamu bisa membuatku seperti ini?
aku bertindak seolah2 aku lupa...
karena keesokan harinya aku akan melihat message itu lagi
dan aku merasa ada ssorg yg menemani aku.
tapi malam harinya, aku merasa mulai harus menemukan jawaban ini,
dan besoknya aku lupa lagi...
pada hari yg paling km nantikan, akhirnya kamu memintaku untuk melakukan lompatan besar. bersamamu...
tapi,,
aku justru bilang tidak.
apalah kamu? apalah aku?
sebenarnya, ada hubungan apa kita di masa lalu?
kenapa aku begitu terikat sangat denganmu...
kenapa aku bisa begitu sedih dan senang beriringan denganmu?
kenapa aku bisa tidak terlalu mencintaimu dan tidak berani untuk bersamamu?
kenapa aku bisa mencintaimu dalam konteks yang membuatku nampak egois?
aku harus lari ke mana?
bagaimana aku harus berkata padamu?
kenapa aku harus menjawabmu?
senormal-normalnya aku dengan otak normalku, aku akan berkata dengan terus terang,
"tolong tinggalkan aku,, hubungan kita sangat tidak sehat, pergilah. aku sungguh2 tidak mungkin denganmu (tanpa alasan logis yg bisa kumengerti) "
aku dengan sepenuh hati (kenormalanku) aku berharap kamu pergi dalam hidupku.
pergilah mencari kebahagiaanmu sendiri...
jangan lagi terikat hati padaku, putuskanlah tali apapun yg membelenggumu.
aku sepenuhnya berharap kamu pergi...
aku bilang "aku tidak mau lagi bersamamu"
tapi aku tetap menantikanmu...
aku selalu bersiap untuk membalas messagemu.
"love u" in the way of me...
Rabu, 29 September 2010
hari yg panas dan penuh peluh keringat,
musim gugur tidak akan pernah berakhir jika tanpa keadaan cuaca tak menentu seperti ini.
kadang bisa begitu panas, kadang dingin hujan dan disambut petir badai.
aku masih saja makan dengan lesu,,
piring makananku masih penuh dengan lauk yg tidak ingin aku makan.
kentang, daging dan telur...
aku meletakkan begitu saja sendok di atas piring.
dan bergerak keluar mengikuti teman2 yg bergerak pergi karena sudah kenyang.
kamu terus menggelayuti ku bermanja, ke pada siapa saja kamu menyapa,
kamu sangat terkenal, sementara aku tidak.
aku ada ketika kamu membutuhkan aku saja.
ketika kamu lapar, aku akan datang dan menemani mu makan,
ketika kamu kesusahan, aku akan membantu kamu menyelesaikan masalah,
ketika kamu merasa bodoh, aku akan mengajarimu dengan sabar,
kamu bilang aku sangat hebat, kamu sering memuji2 aku...
aku tersenyum malu ketika kamu memujiku,
bagiku itu benar2 sesuatu yg berharga...
kamu selalu bertanya kepadaku, seolah-olah aku ini pintar,
karena aku tidak mau mengecewakan aku berusaha untuk terus menjadi lebih baik.
aku tidak pernah mengeluh.
aku suka melihat dirimu merasa puas dengan jawabanku, maupun tertolong dengan perbuatanku.
saat kamu down, dan sedih, aku akan ada untuk menemanimu.
dengan sabar aku akan memberimu segudang nasihat dan motivasi,
hanya supaya kamu tersenyum dan mensyukuri hidup,
sehingga besok2 kamu akan hidup lebih baik lagi,,,
saat kamu kesusahan dan bebal, aku akan ada untuk membantumu,
dengan sabar aku akan memberimu segudang ide yang cemerlang,
hanya supaya kamu tertawa dan merasakan banyak ide yg mengalir di otakmu,
sehingga besok2 kamu akan merasa memiliki konsep yang lebih tepat,,,
saat kamu membutuhkan sesuatu, aku akan ada untuk menolongmu,
dengan sabar aku akan meletakan pekerjaanku dan mencarikan untukmu,
hanya supaya kamu merasa lega dan merasakan bahwa masalahnya sudah hilang,
sehingga besok2 kerjaan maupun masalahmu akan hilang tak berbekas,,,
saat kamu tidak mengerti akan suatu hal, aku akan ada untuk mengajarimu,
dengan sabar aku akan mengajari dengan cara yang paling mudah dimengerti,
hanya supaya kamu mengerti bahwa tidak ada yg susah di hidup ini,
sehingga besok2 kamu akan dapat mengatasi pertanyaan dengan mudah,,,
saat kamu merasa sendiri, aku akan ada untuk menemanimu,
dengan sabar aku akan menyingkirkan semua masalah keluh kesahku,
mendengarkanmu hanya supaya kamu tidak merasa sendiri di dunia ini,
sehingga besok2 kamu akan merasa tegar untuk mengatasi hari2 esok,,,
hingga suatu hari aku yg jatuh dalam kekelamanku,
kadang aku pun pernah merasa down, bebal, tidak berguna, butuh sesuatu, bodoh, dan merasa sendirian...
kamu ada, kamu selalu ada untuk berusaha menyingkirkan segala duka itu dalam diriku.
kamu akan berkata, bagaimana mungkin, seorang yg hebat seperti diriku bisa down, bebal, tidak berguna, membutuhkan, bodoh dan merasa sendirian?
karena aku tidak akan berkata apa2 lagi, aku hanya tersenyum, dan memakan semua motivasi yg pernah kulontarkan padanya...
kamu memanggilku cantik - karena aku fotogenik dan fotomodel yang baik
kamu memanggilku pintar - karena aku hebat dalam pelajaran, aku mudah belajar
kamu memanggilku cerdas - karena aku tau segala hal
kamu memanggilku kreatif- karena aku fotografer, editor, ilustrator, penulis berbakat
kamu memanggilku baik - karena aku selalu menolongmu saat susah.
kamu memanggilku hebat - karena aku selalu memotivator mu dan membuatmu tegar
karena menganggapku terlalu tinggi, aku merasa sendirian.
ketika aku jatuh, kamu menganggap itu hanya ketidak percayaan diri,
padahal aku benar2 merasa terpuruk,...
kamu tidak tahu, rasanya benar2 sakit,,
aku berupaya begitu kuat untuk membuat sekeliling ini menjadi suatu lingkungan yg harmonis...
tapi pada diri dan pikiranku, aku tidak mampu.
tidak ada yg berbicara ttg kejelekanku,
tp aku tetap sendirian.
tidak ada yg datang menengok aku, ketika aku sakit,
karena aku hanya lah sebuah obsesi. dan bukan sebuah kehidupan.
manusia2 seperti dia, yg tidak sempurna, justru sangat bahagia
ditemani oleh orang banyak yang peduli akannya...
sedangkan kesempurnaanku adalah satu2 nya yg tidak sempurna di hidupku.
"apa aku pernah mengeluh?"
apakah seorang obsesi yg dielu2kan dan dibanggakan, pernah mengeluh?
sebenarnya dia tidak ingin sempurna,, dia hanya ingin, bahagia. bersamamu.
bersama kamu kamu kamu kamu kamu dan seribu kamu, teman2...
musim gugur tidak akan pernah berakhir jika tanpa keadaan cuaca tak menentu seperti ini.
kadang bisa begitu panas, kadang dingin hujan dan disambut petir badai.
aku masih saja makan dengan lesu,,
piring makananku masih penuh dengan lauk yg tidak ingin aku makan.
kentang, daging dan telur...
aku meletakkan begitu saja sendok di atas piring.
dan bergerak keluar mengikuti teman2 yg bergerak pergi karena sudah kenyang.
kamu terus menggelayuti ku bermanja, ke pada siapa saja kamu menyapa,
kamu sangat terkenal, sementara aku tidak.
aku ada ketika kamu membutuhkan aku saja.
ketika kamu lapar, aku akan datang dan menemani mu makan,
ketika kamu kesusahan, aku akan membantu kamu menyelesaikan masalah,
ketika kamu merasa bodoh, aku akan mengajarimu dengan sabar,
kamu bilang aku sangat hebat, kamu sering memuji2 aku...
aku tersenyum malu ketika kamu memujiku,
bagiku itu benar2 sesuatu yg berharga...
kamu selalu bertanya kepadaku, seolah-olah aku ini pintar,
karena aku tidak mau mengecewakan aku berusaha untuk terus menjadi lebih baik.
aku tidak pernah mengeluh.
aku suka melihat dirimu merasa puas dengan jawabanku, maupun tertolong dengan perbuatanku.
saat kamu down, dan sedih, aku akan ada untuk menemanimu.
dengan sabar aku akan memberimu segudang nasihat dan motivasi,
hanya supaya kamu tersenyum dan mensyukuri hidup,
sehingga besok2 kamu akan hidup lebih baik lagi,,,
saat kamu kesusahan dan bebal, aku akan ada untuk membantumu,
dengan sabar aku akan memberimu segudang ide yang cemerlang,
hanya supaya kamu tertawa dan merasakan banyak ide yg mengalir di otakmu,
sehingga besok2 kamu akan merasa memiliki konsep yang lebih tepat,,,
saat kamu membutuhkan sesuatu, aku akan ada untuk menolongmu,
dengan sabar aku akan meletakan pekerjaanku dan mencarikan untukmu,
hanya supaya kamu merasa lega dan merasakan bahwa masalahnya sudah hilang,
sehingga besok2 kerjaan maupun masalahmu akan hilang tak berbekas,,,
saat kamu tidak mengerti akan suatu hal, aku akan ada untuk mengajarimu,
dengan sabar aku akan mengajari dengan cara yang paling mudah dimengerti,
hanya supaya kamu mengerti bahwa tidak ada yg susah di hidup ini,
sehingga besok2 kamu akan dapat mengatasi pertanyaan dengan mudah,,,
saat kamu merasa sendiri, aku akan ada untuk menemanimu,
dengan sabar aku akan menyingkirkan semua masalah keluh kesahku,
mendengarkanmu hanya supaya kamu tidak merasa sendiri di dunia ini,
sehingga besok2 kamu akan merasa tegar untuk mengatasi hari2 esok,,,
hingga suatu hari aku yg jatuh dalam kekelamanku,
kadang aku pun pernah merasa down, bebal, tidak berguna, butuh sesuatu, bodoh, dan merasa sendirian...
kamu ada, kamu selalu ada untuk berusaha menyingkirkan segala duka itu dalam diriku.
kamu akan berkata, bagaimana mungkin, seorang yg hebat seperti diriku bisa down, bebal, tidak berguna, membutuhkan, bodoh dan merasa sendirian?
karena aku tidak akan berkata apa2 lagi, aku hanya tersenyum, dan memakan semua motivasi yg pernah kulontarkan padanya...
kamu memanggilku cantik - karena aku fotogenik dan fotomodel yang baik
kamu memanggilku pintar - karena aku hebat dalam pelajaran, aku mudah belajar
kamu memanggilku cerdas - karena aku tau segala hal
kamu memanggilku kreatif- karena aku fotografer, editor, ilustrator, penulis berbakat
kamu memanggilku baik - karena aku selalu menolongmu saat susah.
kamu memanggilku hebat - karena aku selalu memotivator mu dan membuatmu tegar
karena menganggapku terlalu tinggi, aku merasa sendirian.
ketika aku jatuh, kamu menganggap itu hanya ketidak percayaan diri,
padahal aku benar2 merasa terpuruk,...
kamu tidak tahu, rasanya benar2 sakit,,
aku berupaya begitu kuat untuk membuat sekeliling ini menjadi suatu lingkungan yg harmonis...
tapi pada diri dan pikiranku, aku tidak mampu.
tidak ada yg berbicara ttg kejelekanku,
tp aku tetap sendirian.
tidak ada yg datang menengok aku, ketika aku sakit,
karena aku hanya lah sebuah obsesi. dan bukan sebuah kehidupan.
manusia2 seperti dia, yg tidak sempurna, justru sangat bahagia
ditemani oleh orang banyak yang peduli akannya...
sedangkan kesempurnaanku adalah satu2 nya yg tidak sempurna di hidupku.
"apa aku pernah mengeluh?"
apakah seorang obsesi yg dielu2kan dan dibanggakan, pernah mengeluh?
sebenarnya dia tidak ingin sempurna,, dia hanya ingin, bahagia. bersamamu.
bersama kamu kamu kamu kamu kamu dan seribu kamu, teman2...
Jumat, 03 September 2010
Theres no LOVE in this world...
Ketika seseorang berkata "mencintai" seseorang yang lainnya,
bahkan sempat menangis, merengek, dan sakit hati yang begitu parah...
Saat dia berhasil bersama dengan orang tersebut, dia akan bahagia,,
Bagaimanapun, ini bukan benar "cinta" adanya,
pada dasarnya, dia hanya mencintai diriya sendiri,,
dia mencari orang yang dia ingin bersama, dengan tujuan - membahagiakan dirinya sendiri
saat itu, dia akan mulai menuntut, berharap, dan mulai sedih jika keinginannya tidak tercapai,, benar, inilah yang dinamakan - cinta dengan emosi -
Tapi, siapapun tidak bisa bilang, bahwa yang ini hanya cinta emosi atau tidak..
karena tidak ada yang tahu.
Mungkin tidak semua orang memiliki -cinta emosi- ini, pasti, di dunia ini, ada beberapa gelintir orang yang benar-benar tahu, apa itu cinta.
Bukan waktunya lagi untuk melow-melow dengan pertanyaan, apa itu cinta?
Tidak sedikit lagu maupun film ataupun apapun dengan tema cinta,
Banyak orang dan pasangan, bergandeng tangan dengan bahagia...
padahal, mungkin, semua itu, adalah kebahagiaan atas dirinya sendiri,
bukan atas siapapun maupun pasangannya...
ketika kita berbuat baik, berdoa, dan mendoakan seseorang yang baik-baik,
tidak jarang, di jauh-jauh-jauh paling dalam di lubuk hati kita, kita berharap sesuatu.
berharap doa kita akan berbalik kepada kita, dan karma" baik akan membantu hidup kita.
ketulusan ini menjadi sebuah ambigu.
Beberapa buku mengatakan, kebaikan tanpa pemikiran, itu bukanlah kebaikan.. melainkan hanya satu perlakuan tanpa hasil.
Beberapa lainnya mengatakan, kebaikan lebih baik tidak disertai dengan pemikiran apapun... dengan tulus, dan maka itu akan menghasilkan sesuatu.
Kita tidak perlu mengatakan apa keinginan kita, karena Tuhan sudah tahu.
atau,
Kita harus meminta apa yang kita inginkan, atau Tuhan tidak akan memberi.
dimana Cinta ini berada?
Cinta seorang Ibu begitu luar biasa, dia mencintai anaknya, melahirkan, membesarkan anaknya dengan sangat hebat, jerih payah dan tangis.
berjalannya dengan waktu, cinta ini akan menjadi suatu cinta penuh emosi,
dia akan marah, ketika anaknya mendapat nilai jelek,
dia kecewa ketika anaknya tidak menuruti keinginannya,
dia akan mengumpat anaknya ketika dia berbuat salah,
dan bahkan, beberapa ibu tega- membunuh anaknya sendiri, dengan apapun alasannya.
Kadang kita tidak bisa membandingkannya dengan cinta seorang anak,
seorang anak berpikir bahwa, dia terlahir untuk membahagiakan kedua orang tuanya,
mereka yang melahirkan dan membesarkannya.
dengan penuh susah, perubahan, keinginan yang tandas, memendam jati dirinya,
dia berubah menjadi anak yang dibanggakan, orang tuanya bahagia..
dia bahkan rela mati demi keluarganya, mencintai - yang dikatakan mencintai dengan tulus. cinta mati.
Sebenarnya itupun bukan cinta, melainkan keinginan, hasrat jiwanya, untuk membahagiakan dirinya, dengan melihat orang tuanya bangga kepadanya.
Acceptance. penerimaan di keluarga maupun masyarakat,,
Tidak ada yang benar-benar tahu, apa itu cinta,
karena cinta kadang bisa dikatakan, dan dirasakan dengan palsu.
saat melihat seseorang yang sesuai dengan kita,
kita akan bilang "mencintainya"
yang dalam hati berharap dia bisa membahagiakan kita kedepannya,
Tidak ada orang yang berhenti menuntut, langsung atau tidak langsung,
TIDAK ADA ORANG YANG TIDAK INGIN BAHAGIA
dan itu egois - walau sekarang ini , kata egois pun sudah jadi ambigu.
sebut saja - cinta dengan emosi -
kata-kata "penerimaan" berarti besar untuk mengerti apa itu "CINTA" yang sebenarnya.
ketika aku melihat seseorang yang aku sering katakan "mencintainya", bersama dengan wanita lain, dan merasa sakit dan emosi yang begitu besar..
aku mulai mengetuk2 tanganku agar terasa sakit, supaya aku sadar, ini bukan cinta- tapi sebuah emosi, aku menginginkan dia bersamaku karena aku ingin bahagia,
bukan karena aku benar-benar mencintai dia, seperti yang selama ini aku pikirkan...
aku mulai berusaha menerima, apapun.
semuanya.
semua keadaan buruk yang menimpaku, hal-hal yang membuatku sedih,yang memalukan, segala hal yang ingin kusangkal... dan rasa ingin membantah semua tuduhan-tuduhan.
aku menerimanya.
aku menerima dia sekarang memang tiada rasa lagi,
menerima semua tuduhan itu,
menerima semua yang terjadi.
berjanji untuk tidak akan menangis maupun merengek-rengek lagi,
menaikkan standar hidupku,
mencari arti kebenaran cinta itu,
Benar, walau susah,
tapi itu benar,
ketika kita benar-benar merelakan seseorang yang kita sayangi pergi demi kebaikannya, dan kebahagiaannya,, mungkin ini baru benar yang disebut dengan CINTA.
tanpa rasa ingin memiliki. hanya ingin melihat dia bahagia.
walau tak ada aku di kebahagiaan itu.
berkali-kali suara hatiku ingin mengutuk dan memarahi penuh emosi
ketidak terimaan karena perlakuan dia kepadaku,
tapi aku akan terus memendamnya hingga kata-kata itu hilang,
dan hanya kata-kata tulus, "semoga kamu bahagia, dan mendapatkan yang lebih baik daripadaku"... yang akan kuucapkan.
dan aku akan tersenyum ketika kamu jawab "PASTI"
bahkan sempat menangis, merengek, dan sakit hati yang begitu parah...
Saat dia berhasil bersama dengan orang tersebut, dia akan bahagia,,
Bagaimanapun, ini bukan benar "cinta" adanya,
pada dasarnya, dia hanya mencintai diriya sendiri,,
dia mencari orang yang dia ingin bersama, dengan tujuan - membahagiakan dirinya sendiri
saat itu, dia akan mulai menuntut, berharap, dan mulai sedih jika keinginannya tidak tercapai,, benar, inilah yang dinamakan - cinta dengan emosi -
Tapi, siapapun tidak bisa bilang, bahwa yang ini hanya cinta emosi atau tidak..
karena tidak ada yang tahu.
Mungkin tidak semua orang memiliki -cinta emosi- ini, pasti, di dunia ini, ada beberapa gelintir orang yang benar-benar tahu, apa itu cinta.
Bukan waktunya lagi untuk melow-melow dengan pertanyaan, apa itu cinta?
Tidak sedikit lagu maupun film ataupun apapun dengan tema cinta,
Banyak orang dan pasangan, bergandeng tangan dengan bahagia...
padahal, mungkin, semua itu, adalah kebahagiaan atas dirinya sendiri,
bukan atas siapapun maupun pasangannya...
ketika kita berbuat baik, berdoa, dan mendoakan seseorang yang baik-baik,
tidak jarang, di jauh-jauh-jauh paling dalam di lubuk hati kita, kita berharap sesuatu.
berharap doa kita akan berbalik kepada kita, dan karma" baik akan membantu hidup kita.
ketulusan ini menjadi sebuah ambigu.
Beberapa buku mengatakan, kebaikan tanpa pemikiran, itu bukanlah kebaikan.. melainkan hanya satu perlakuan tanpa hasil.
Beberapa lainnya mengatakan, kebaikan lebih baik tidak disertai dengan pemikiran apapun... dengan tulus, dan maka itu akan menghasilkan sesuatu.
Kita tidak perlu mengatakan apa keinginan kita, karena Tuhan sudah tahu.
atau,
Kita harus meminta apa yang kita inginkan, atau Tuhan tidak akan memberi.
dimana Cinta ini berada?
Cinta seorang Ibu begitu luar biasa, dia mencintai anaknya, melahirkan, membesarkan anaknya dengan sangat hebat, jerih payah dan tangis.
berjalannya dengan waktu, cinta ini akan menjadi suatu cinta penuh emosi,
dia akan marah, ketika anaknya mendapat nilai jelek,
dia kecewa ketika anaknya tidak menuruti keinginannya,
dia akan mengumpat anaknya ketika dia berbuat salah,
dan bahkan, beberapa ibu tega- membunuh anaknya sendiri, dengan apapun alasannya.
Kadang kita tidak bisa membandingkannya dengan cinta seorang anak,
seorang anak berpikir bahwa, dia terlahir untuk membahagiakan kedua orang tuanya,
mereka yang melahirkan dan membesarkannya.
dengan penuh susah, perubahan, keinginan yang tandas, memendam jati dirinya,
dia berubah menjadi anak yang dibanggakan, orang tuanya bahagia..
dia bahkan rela mati demi keluarganya, mencintai - yang dikatakan mencintai dengan tulus. cinta mati.
Sebenarnya itupun bukan cinta, melainkan keinginan, hasrat jiwanya, untuk membahagiakan dirinya, dengan melihat orang tuanya bangga kepadanya.
Acceptance. penerimaan di keluarga maupun masyarakat,,
Tidak ada yang benar-benar tahu, apa itu cinta,
karena cinta kadang bisa dikatakan, dan dirasakan dengan palsu.
saat melihat seseorang yang sesuai dengan kita,
kita akan bilang "mencintainya"
yang dalam hati berharap dia bisa membahagiakan kita kedepannya,
Tidak ada orang yang berhenti menuntut, langsung atau tidak langsung,
TIDAK ADA ORANG YANG TIDAK INGIN BAHAGIA
dan itu egois - walau sekarang ini , kata egois pun sudah jadi ambigu.
sebut saja - cinta dengan emosi -
kata-kata "penerimaan" berarti besar untuk mengerti apa itu "CINTA" yang sebenarnya.
ketika aku melihat seseorang yang aku sering katakan "mencintainya", bersama dengan wanita lain, dan merasa sakit dan emosi yang begitu besar..
aku mulai mengetuk2 tanganku agar terasa sakit, supaya aku sadar, ini bukan cinta- tapi sebuah emosi, aku menginginkan dia bersamaku karena aku ingin bahagia,
bukan karena aku benar-benar mencintai dia, seperti yang selama ini aku pikirkan...
aku mulai berusaha menerima, apapun.
semuanya.
semua keadaan buruk yang menimpaku, hal-hal yang membuatku sedih,yang memalukan, segala hal yang ingin kusangkal... dan rasa ingin membantah semua tuduhan-tuduhan.
aku menerimanya.
aku menerima dia sekarang memang tiada rasa lagi,
menerima semua tuduhan itu,
menerima semua yang terjadi.
berjanji untuk tidak akan menangis maupun merengek-rengek lagi,
menaikkan standar hidupku,
mencari arti kebenaran cinta itu,
Benar, walau susah,
tapi itu benar,
ketika kita benar-benar merelakan seseorang yang kita sayangi pergi demi kebaikannya, dan kebahagiaannya,, mungkin ini baru benar yang disebut dengan CINTA.
tanpa rasa ingin memiliki. hanya ingin melihat dia bahagia.
walau tak ada aku di kebahagiaan itu.
berkali-kali suara hatiku ingin mengutuk dan memarahi penuh emosi
ketidak terimaan karena perlakuan dia kepadaku,
tapi aku akan terus memendamnya hingga kata-kata itu hilang,
dan hanya kata-kata tulus, "semoga kamu bahagia, dan mendapatkan yang lebih baik daripadaku"... yang akan kuucapkan.
dan aku akan tersenyum ketika kamu jawab "PASTI"
Rabu, 01 September 2010
Menghargai Hidup
Pada tahun keduaku, menjalani mimpi,
ada satu hal yang berbeda dalam hidupku...
aku tiba, di tahun keduaku, dengan dua koper besar di tanganku, dan tas jinjing kecil..
suasananya tidak pernah berbeda dengan suasana pertama aku menginjakkan kaki di tanah ini, hawa yang sama, cuaca yang tepat sama, sinar matahari yang lengket membakar tubuh,
tidak ada yang berbeda...
rasa tegangku pun tak kalah jauh sama dengan pertama kali aku berada di sini,
aku mentegarkan diriku, dan berjalan sendirian, menapaki apa yang aku perbuat, hasilnya, menghela nafas sejenak,, dan berjanji akan kuat.
aku masih teringat rangkaian kisah tahun pertamaku yang selama ini aku anggap mimpi indah....
dalam masa yang bersamaan, aku memiliki segalanya...
teman - cinta - sahabat - keluarga - finansial - waktu - kebebasan...
aku mereka-reka lagi apa yang pernah terjadi di jalan yang kulalui sekarang,,
aku teringat,, seseorang akan menelpon aku untuk mengecek apakah aku sudah sampai atau belum...
di depan sana, akan ada orang yang menjemput aku dan membantuku membawa barang...
aku melewati semua itu, dan kosong..
benar-benar sepi..
ada beberapa orang yang tak kukenal..
dan aku melalui mereka, mereka pun mengacuhkan aku...
tahun kedua ini, sudah kutekadin untuk dilalui dengan kuat.
aku merasa bahagia saat aku hidup sempurna,,
dan ketika sempurna, aku jatuh lagi di lubang yang sama,,
merakit nya lagi dari awal..
permainan ini bagiku semacam menyusun puzzle..
ketika sudah terlengkapi, aku mengacaknya dan mengulangnya...
tidak ada yang menelpon maupun menjemput aku,
karena aku meninggalkan semua itu di belakang.
tidak ada yang salah dengan mereka.
masalahnya memang ada di aku.
seorang sinting yang tergila-gila pada kekelaman.
aku terus beruntung, karena selalu ada orang yang menolong aku,,
ada saja orang yang mendadak tak kukenal, membantuku membawakan koper.
aku selalu beruntung...
hidupku sangat beruntung,
kehidupan yang sempurna selalu ada di dekatku, kapan saja selalu berada untuk aku ambil. puzzle yang sebenarnya bisa tersusun sempurna.
aku menggiring koperku sampai dikamar, menemukan beberapa orang yang kukenal tersenyum padaku.
aku menguatkan diriku, inilah hidupku dimana aku tidak bisa lari.
tapi aku bisa membuatnya menarik.
kadang aku bisa di atas, kadang bisa di bawah..
tidak ada yang seru jika aku di atas terus,, begitu juga akan menyedihkan bila aku di bawah...
malam yang kulalui pun terasa lebih sepi dari biasa,
aku teringat, seseorang akan menelpon dan membuatku manja dan tertawa,,
sementara yang lainnya akan datang mengajakku nonton atau merencanakan ke mana kita akan pergi besok...
mulai hari ini, semua yang kemaren pernah terjadi, sudah benar2 mimpi indah yang berlalu, aku bahkan tidak mengingat detailnya.
aku benci mengatakan ini mimpi buruk,
karena sedikitpun aku belum melalui dan merasakan hal-hal buruk itu.
semuanya adalah mindset aku.
seseorang mendatangi kesepianku pada akhirnya,
dan menanyakan kenapa aku sekarang seperti ini,,
aku mulai mengatakannya, tidak ada yang salah dengan mereka yang meninggalkan aku.
jauh sebelum mereka meninggalkan aku, aku dulu yang telah meninggalkan mereka,
aku sudah jauh berada di dunia berbeda dengan mereka..
"kemana kekasihmu?" tanya dia.
aku tidak menjawab, selama ini ada orang-orang yang merasa aku memiliki dua kekasih dalam dua dunia. jawabannya, aku tidak memiliki kekasih yang manapun. Segalanya adalah -jelas- rekayasa pikiranku.
aku mencintai sekaligus terbeban oleh salah satu diantaranya. yang satunya lagi, totally semacam kegilaanku.
aku bermain api dan membakar diriku sendiri, diantara keduanya.
aku tidak tahu haruskah menangis atau menyesal kehilangan keduanya.
karena sekarang, aku benar-benar tidak ada di antara mereka.
sama sekali hilang.
nampaknya ini semua yang dikehendaki oleh hatiku,
aku tau ini akan terjadi,
aku tau kekasihku di dunia nyata akan meninggalkanku,
dan aku membuatnya terjadi dengan cepat, aku merekayasa kekasih yang satunya,
dengan hatiku....
aku mengelabui semuanya dengan melakukan hal-hal riskan dan memalukan,
aku benar-benar tidak peduli dengan pandangan orang terhadapku,
aku membuatnya image sempurnaku berantakan, seperti puzzle yang kurubuhkan sendiri.
proses penghancuran puzzle ini begitu menyakitkan sekaligus menyenangkan,,
aku mempermainkan pemikiran orang-orang,
dan mereka mulai percaya bahwa aku memang beruntung, dengan dua kekasih dalam dua dunia,
yang sebenarnya, tidak satupun dr mereka adalah kekasihku.
yang satunya sudah hilang entah ke mana, dan satunya lagi adalah murni- kebohonganku.
aku tidak pernah menciumnya, memeluknya, menyentuhnya...
bagaikan delusi yang kurasakan secara nyata,
tapi aku menganggapnya kenyataan,
mungkin kebenarannya adalah, aku ingin menganggap itu nyata, terjadi dalam duniaku.
aku sedih sekaligus merasa puas saat mereka percaya,
puzzle nya benar-benar sudah hancur.
bahkan dokter pun, tak sanggup memperbaiki aku,
tak sanggup mengobati isi hati yang membeludak ini,
banyak kepribadian dalam satu orang.
ditambah pemikiran yang bagaikan medan perang.
kehidupanku tak benar-benar normal,
aku benci hidup bahagia sekaligus benci hidup sengsara.
saat sengsara aku ingin bahagia, dan sebaliknya,
seperti puzzle, yang tak pernah puas aku rakit...
tidak ada yang salah dari mereka semua, mereka sangat baik, sungguh.
ini masalahku, dan tidak ada obatnya,, bukan watak, bukan juga prinsip..
tapi jiwa.
aku tidak lagi-lagi menginginkan mereka..
hidupku terlalu kejam untuk mereka,
aku tidak bisa menghargai hidupku, bagaimana aku pantas untuk mereka,
bagaimana bisa menghargai hidup mereka..
mereka benar, mereka pantas mendapatkan hidup yang normal.
seutas pemikiranku diputus oleh bunyi pintu yang berdecit,
seorang suster mengurusi aku, koperku tertata rapi di samping.
dia membawakan aku obat,, yang selalu membuat aku berdebar2,, dan merasa akan cepat mati.
nampaknya benar, ini tempat di mana aku tidak bisa pergi,,
keputusan kedua orang tuaku.
tahun keduaku, aku masuk lagi di ruangan ini,
walau tanpa sel, aku berada di tempat paling jauh,,
rumah sakit jiwa,, tanpa siapapun untukku.
tanpa siapapun sangggup menolongku keluar, bukan hanya dari penjara ini, tp dari ruangan ini...
kebahagian sejatiku,
sebuah kekelaman.
(rumah sakit jiwa, mimpi buruk) sekaligus baik.
ada satu hal yang berbeda dalam hidupku...
aku tiba, di tahun keduaku, dengan dua koper besar di tanganku, dan tas jinjing kecil..
suasananya tidak pernah berbeda dengan suasana pertama aku menginjakkan kaki di tanah ini, hawa yang sama, cuaca yang tepat sama, sinar matahari yang lengket membakar tubuh,
tidak ada yang berbeda...
rasa tegangku pun tak kalah jauh sama dengan pertama kali aku berada di sini,
aku mentegarkan diriku, dan berjalan sendirian, menapaki apa yang aku perbuat, hasilnya, menghela nafas sejenak,, dan berjanji akan kuat.
aku masih teringat rangkaian kisah tahun pertamaku yang selama ini aku anggap mimpi indah....
dalam masa yang bersamaan, aku memiliki segalanya...
teman - cinta - sahabat - keluarga - finansial - waktu - kebebasan...
aku mereka-reka lagi apa yang pernah terjadi di jalan yang kulalui sekarang,,
aku teringat,, seseorang akan menelpon aku untuk mengecek apakah aku sudah sampai atau belum...
di depan sana, akan ada orang yang menjemput aku dan membantuku membawa barang...
aku melewati semua itu, dan kosong..
benar-benar sepi..
ada beberapa orang yang tak kukenal..
dan aku melalui mereka, mereka pun mengacuhkan aku...
tahun kedua ini, sudah kutekadin untuk dilalui dengan kuat.
aku merasa bahagia saat aku hidup sempurna,,
dan ketika sempurna, aku jatuh lagi di lubang yang sama,,
merakit nya lagi dari awal..
permainan ini bagiku semacam menyusun puzzle..
ketika sudah terlengkapi, aku mengacaknya dan mengulangnya...
tidak ada yang menelpon maupun menjemput aku,
karena aku meninggalkan semua itu di belakang.
tidak ada yang salah dengan mereka.
masalahnya memang ada di aku.
seorang sinting yang tergila-gila pada kekelaman.
aku terus beruntung, karena selalu ada orang yang menolong aku,,
ada saja orang yang mendadak tak kukenal, membantuku membawakan koper.
aku selalu beruntung...
hidupku sangat beruntung,
kehidupan yang sempurna selalu ada di dekatku, kapan saja selalu berada untuk aku ambil. puzzle yang sebenarnya bisa tersusun sempurna.
aku menggiring koperku sampai dikamar, menemukan beberapa orang yang kukenal tersenyum padaku.
aku menguatkan diriku, inilah hidupku dimana aku tidak bisa lari.
tapi aku bisa membuatnya menarik.
kadang aku bisa di atas, kadang bisa di bawah..
tidak ada yang seru jika aku di atas terus,, begitu juga akan menyedihkan bila aku di bawah...
malam yang kulalui pun terasa lebih sepi dari biasa,
aku teringat, seseorang akan menelpon dan membuatku manja dan tertawa,,
sementara yang lainnya akan datang mengajakku nonton atau merencanakan ke mana kita akan pergi besok...
mulai hari ini, semua yang kemaren pernah terjadi, sudah benar2 mimpi indah yang berlalu, aku bahkan tidak mengingat detailnya.
aku benci mengatakan ini mimpi buruk,
karena sedikitpun aku belum melalui dan merasakan hal-hal buruk itu.
semuanya adalah mindset aku.
seseorang mendatangi kesepianku pada akhirnya,
dan menanyakan kenapa aku sekarang seperti ini,,
aku mulai mengatakannya, tidak ada yang salah dengan mereka yang meninggalkan aku.
jauh sebelum mereka meninggalkan aku, aku dulu yang telah meninggalkan mereka,
aku sudah jauh berada di dunia berbeda dengan mereka..
"kemana kekasihmu?" tanya dia.
aku tidak menjawab, selama ini ada orang-orang yang merasa aku memiliki dua kekasih dalam dua dunia. jawabannya, aku tidak memiliki kekasih yang manapun. Segalanya adalah -jelas- rekayasa pikiranku.
aku mencintai sekaligus terbeban oleh salah satu diantaranya. yang satunya lagi, totally semacam kegilaanku.
aku bermain api dan membakar diriku sendiri, diantara keduanya.
aku tidak tahu haruskah menangis atau menyesal kehilangan keduanya.
karena sekarang, aku benar-benar tidak ada di antara mereka.
sama sekali hilang.
nampaknya ini semua yang dikehendaki oleh hatiku,
aku tau ini akan terjadi,
aku tau kekasihku di dunia nyata akan meninggalkanku,
dan aku membuatnya terjadi dengan cepat, aku merekayasa kekasih yang satunya,
dengan hatiku....
aku mengelabui semuanya dengan melakukan hal-hal riskan dan memalukan,
aku benar-benar tidak peduli dengan pandangan orang terhadapku,
aku membuatnya image sempurnaku berantakan, seperti puzzle yang kurubuhkan sendiri.
proses penghancuran puzzle ini begitu menyakitkan sekaligus menyenangkan,,
aku mempermainkan pemikiran orang-orang,
dan mereka mulai percaya bahwa aku memang beruntung, dengan dua kekasih dalam dua dunia,
yang sebenarnya, tidak satupun dr mereka adalah kekasihku.
yang satunya sudah hilang entah ke mana, dan satunya lagi adalah murni- kebohonganku.
aku tidak pernah menciumnya, memeluknya, menyentuhnya...
bagaikan delusi yang kurasakan secara nyata,
tapi aku menganggapnya kenyataan,
mungkin kebenarannya adalah, aku ingin menganggap itu nyata, terjadi dalam duniaku.
aku sedih sekaligus merasa puas saat mereka percaya,
puzzle nya benar-benar sudah hancur.
bahkan dokter pun, tak sanggup memperbaiki aku,
tak sanggup mengobati isi hati yang membeludak ini,
banyak kepribadian dalam satu orang.
ditambah pemikiran yang bagaikan medan perang.
kehidupanku tak benar-benar normal,
aku benci hidup bahagia sekaligus benci hidup sengsara.
saat sengsara aku ingin bahagia, dan sebaliknya,
seperti puzzle, yang tak pernah puas aku rakit...
tidak ada yang salah dari mereka semua, mereka sangat baik, sungguh.
ini masalahku, dan tidak ada obatnya,, bukan watak, bukan juga prinsip..
tapi jiwa.
aku tidak lagi-lagi menginginkan mereka..
hidupku terlalu kejam untuk mereka,
aku tidak bisa menghargai hidupku, bagaimana aku pantas untuk mereka,
bagaimana bisa menghargai hidup mereka..
mereka benar, mereka pantas mendapatkan hidup yang normal.
seutas pemikiranku diputus oleh bunyi pintu yang berdecit,
seorang suster mengurusi aku, koperku tertata rapi di samping.
dia membawakan aku obat,, yang selalu membuat aku berdebar2,, dan merasa akan cepat mati.
nampaknya benar, ini tempat di mana aku tidak bisa pergi,,
keputusan kedua orang tuaku.
tahun keduaku, aku masuk lagi di ruangan ini,
walau tanpa sel, aku berada di tempat paling jauh,,
rumah sakit jiwa,, tanpa siapapun untukku.
tanpa siapapun sangggup menolongku keluar, bukan hanya dari penjara ini, tp dari ruangan ini...
kebahagian sejatiku,
sebuah kekelaman.
(rumah sakit jiwa, mimpi buruk) sekaligus baik.
Rabu, 11 Agustus 2010
Suara hati untukmu,,
Ada banyak sekali kata yang tercekat dalam hatiku, sayang..
Banyak sekali, ingin menemuimu, bercerita..
Aku takut, aku takut kembali ke mimpiku, rasanya sedih, karna aku terus mencoba tapi tak dianggap,...
Aku sedih, dengan apa yang terjadi padaku sekarang, rasanya lebih sepi dari yang pernah kurasakan,...
Aku galau, tak tahu harus ke mana melangkah, aku ingin bertanya, apa yang selama ini aku ingin raih?
Aku sakit, mulai suram, dan tertekan, aku tau aku harus berpikir positif, banyak bersyukur, menjernihkan pikiran dan hati..
Tapi, tidak ada hal, yang membuatku tenang saat ini, aku mau menangis tapi tidak tau harus menangisi apa?
Tiap hari,aku berdebar ketika suara motor mendekat, buru2 mengintip dr jendela..
Aku tidak tau harus bereaksi bagaimana ketika bertemu denganmu?
Mungkin aku bisa tersenyum tanpa henti atau menangis tiada akhir terharu..
Waktu terus berjalan, bebanku makin berat, aku ingin berbagi padamu, menggenggam jemari lentikmu,
Ingin dipeluk.,...
Aku tidak mau berpisah, tidak mau,
Karna satu2 nya yang terus menguatkanku saat aku jauh, adalah kamu. Orang yang kuanggap impianku, jawaban masa depanku...
Aku benci memikirkan, kamu tak lagi merasakan hal yang sama?
Setiap aku mencoba berlutut mengemis, rasamu makin pudar,
Aku takut...
Dunia ini berputar di atas ego masing2,
Menyadari tidak memiliki apa2 yang ada buatku, aku merasa sepi...
Aku benci melihatmu dengan santai tak terbeban meninggalkanku,
Ingin marah,
Ingin menangis,
Ingin pergi,
Aku sangat ingin kabur dari semua ini...
Menunggu yang tak akan datang itu menyakitkan,,
Kapan kamu pulang sayang? Tenangkan hatiku.... Perasaan ini tak mudah berubah.
Cepat kembali ya..
Banyak sekali, ingin menemuimu, bercerita..
Aku takut, aku takut kembali ke mimpiku, rasanya sedih, karna aku terus mencoba tapi tak dianggap,...
Aku sedih, dengan apa yang terjadi padaku sekarang, rasanya lebih sepi dari yang pernah kurasakan,...
Aku galau, tak tahu harus ke mana melangkah, aku ingin bertanya, apa yang selama ini aku ingin raih?
Aku sakit, mulai suram, dan tertekan, aku tau aku harus berpikir positif, banyak bersyukur, menjernihkan pikiran dan hati..
Tapi, tidak ada hal, yang membuatku tenang saat ini, aku mau menangis tapi tidak tau harus menangisi apa?
Tiap hari,aku berdebar ketika suara motor mendekat, buru2 mengintip dr jendela..
Aku tidak tau harus bereaksi bagaimana ketika bertemu denganmu?
Mungkin aku bisa tersenyum tanpa henti atau menangis tiada akhir terharu..
Waktu terus berjalan, bebanku makin berat, aku ingin berbagi padamu, menggenggam jemari lentikmu,
Ingin dipeluk.,...
Aku tidak mau berpisah, tidak mau,
Karna satu2 nya yang terus menguatkanku saat aku jauh, adalah kamu. Orang yang kuanggap impianku, jawaban masa depanku...
Aku benci memikirkan, kamu tak lagi merasakan hal yang sama?
Setiap aku mencoba berlutut mengemis, rasamu makin pudar,
Aku takut...
Dunia ini berputar di atas ego masing2,
Menyadari tidak memiliki apa2 yang ada buatku, aku merasa sepi...
Aku benci melihatmu dengan santai tak terbeban meninggalkanku,
Ingin marah,
Ingin menangis,
Ingin pergi,
Aku sangat ingin kabur dari semua ini...
Menunggu yang tak akan datang itu menyakitkan,,
Kapan kamu pulang sayang? Tenangkan hatiku.... Perasaan ini tak mudah berubah.
Cepat kembali ya..
Selasa, 10 Agustus 2010
Masihkah kau mencintaiku?
Hari ini,aku men0nton acara itu juga.. Yang dulu, pacarku melarangku nonton..
Di dalam acara itu, seseorang menghamili wanita yang telah bertunangan,
Meski lelaki bejat itu khilaf, memperkosa wanita itu saat wanita itu tidur, bahkan mengancam membunuhnya..
Tapi, wanita itu tetap punya andil dari apa yang dia alami, dia suka mengenakan baju terbuka..
Saat terjadi seperti ini, sang guest menanyakan pada tunangannya, maukah tetap menikahinya?
Entah,apakah acara itu palsu, dibuat buat atau tidak.. Tapi, memaparkan di depan mataku juga, satu adegan ujian cinta..
Benar,cinta tidak semudah itu..
Tunangannya berkata tetap akan menikahinya, dengan berbesar hati,
Dia menerima wanita itu beserta kesalahannya beserta tragedinya beserta anaknya dengan tulus...
Sebuah keputusan berat yang hebat.
Tapi ego terus berjalan seiring waktu, benarkah setahun lagi, dia tidak akan memarahi istrinya dan mengatainya pelacur mengungkit aib ini?
Ternyata, mau tidak mau, kita harus percaya.. Mengatakan mau dengan seseorang, adalah komitmen.
Dan tak semudah itu, komitmen selalu diuji, tapi suatu yang sempurna tak akan pernah ada tanpa yang tak sempurna, karna ada sesuatu yang buruk, maka sesuatu bisa dianggap baik...
Inilah cinta,
Yang diperdebatkan banyak orang,
Karna ada cinta yang palsu, maka kita bisa menemukan cinta yang sejati...
Berharap, wanita itu bisa bahagia...
Benar, tak penting berbuat kesalahan, yang terpenting bagaimana memperbaikinya...
"Kelemahanku bukan karna ketidaksanggupanku,
Kelemahanku untuk diterima apa adanya olehmu"
Sayang,jika aku memang tidak bisa membuatmu bahagia, aku rela meninggalkanmu...
*bukti terakhir komitmenku, dan kecintaanku...
Di dalam acara itu, seseorang menghamili wanita yang telah bertunangan,
Meski lelaki bejat itu khilaf, memperkosa wanita itu saat wanita itu tidur, bahkan mengancam membunuhnya..
Tapi, wanita itu tetap punya andil dari apa yang dia alami, dia suka mengenakan baju terbuka..
Saat terjadi seperti ini, sang guest menanyakan pada tunangannya, maukah tetap menikahinya?
Entah,apakah acara itu palsu, dibuat buat atau tidak.. Tapi, memaparkan di depan mataku juga, satu adegan ujian cinta..
Benar,cinta tidak semudah itu..
Tunangannya berkata tetap akan menikahinya, dengan berbesar hati,
Dia menerima wanita itu beserta kesalahannya beserta tragedinya beserta anaknya dengan tulus...
Sebuah keputusan berat yang hebat.
Tapi ego terus berjalan seiring waktu, benarkah setahun lagi, dia tidak akan memarahi istrinya dan mengatainya pelacur mengungkit aib ini?
Ternyata, mau tidak mau, kita harus percaya.. Mengatakan mau dengan seseorang, adalah komitmen.
Dan tak semudah itu, komitmen selalu diuji, tapi suatu yang sempurna tak akan pernah ada tanpa yang tak sempurna, karna ada sesuatu yang buruk, maka sesuatu bisa dianggap baik...
Inilah cinta,
Yang diperdebatkan banyak orang,
Karna ada cinta yang palsu, maka kita bisa menemukan cinta yang sejati...
Berharap, wanita itu bisa bahagia...
Benar, tak penting berbuat kesalahan, yang terpenting bagaimana memperbaikinya...
"Kelemahanku bukan karna ketidaksanggupanku,
Kelemahanku untuk diterima apa adanya olehmu"
Sayang,jika aku memang tidak bisa membuatmu bahagia, aku rela meninggalkanmu...
*bukti terakhir komitmenku, dan kecintaanku...
Kekasih, calon istri, mantan pacarku,,... Part 8
Aku ragu,apakah kamu bahkan ingat bahwa aku sangat suka musik, walau aku tidak bisa memainkannya?
Tahukah bahwa only the wind dan truly madly deeply sangat menginspirasiku?
Ingatkah aku selalu berkata bahwa watak bisa diubah tetapi prinsip tidak bisa?
Kamu ingat sayang?
Benarkah kamu mencintaiku seperti yang kamu katakan?
Ingatkah bahwa aku bangga ketika kamu memimpikanku menolongmu?
Tapi, apapun itu...
Aku tetap tidak beranjak,
Benar katamu, aku sangat egois dan harga diriku sangat tinggi..
Aku tidak tahu apa yang sekarang sedang kulepas,
Benarkah sesuatu yang berharga yang suatu saat akan kusesali,
Atau hanya serpihan cinta yang memudar yang akan kutemukan lagi?
Semakin tua, aku akan semakin laku, sementara gadis sepertimu, semakin tua akan semakin mengobral diri..
Aku masih tidak beranjak,
Aku juga tidak menjemputmu,
Tidak mau dijadikan kenangan untukmu,
Membiarkanmu melebur bersama sisa2 cintaku..
Aku mudah mendapatkan cewe,
Mungkin lain kali pada gadis itu aku akan mengcopy kata2 padamu dulu..
Mercusuar,
Manusia bodoh,
Impian,
Pelabuhan terakhir,
Sangat cinta..
Dan bertaruh, bagaimana hasilnya, bisakah mempertahankannya?
Mungkin,aku hanya malas mempertahankan, yang pergi kubiarkan pergi berlalu,
Tidak ada niat untuk mempertahankannya kembali..
Karna kepergianmu bagaikan takdir, padahal,aku mungkin bisa mengubah takdir itu..
Kau makin kurus, nampak tersiksa, senyummu kembali nampak dipaksakan,
Aku tidak tahu, akhirnya justru akulah yang membuatmu paling sakit hati, menggali lubang yang lain di hatimu,
Maaf,
Kau tanya, masihkah aku mencintaimu?
Kau tahu jawabannya sayang..
Anggaplah aku angin yang berlalu, delusi, yang sebenarnya tidak pernah ada...
Tahukah bahwa only the wind dan truly madly deeply sangat menginspirasiku?
Ingatkah aku selalu berkata bahwa watak bisa diubah tetapi prinsip tidak bisa?
Kamu ingat sayang?
Benarkah kamu mencintaiku seperti yang kamu katakan?
Ingatkah bahwa aku bangga ketika kamu memimpikanku menolongmu?
Tapi, apapun itu...
Aku tetap tidak beranjak,
Benar katamu, aku sangat egois dan harga diriku sangat tinggi..
Aku tidak tahu apa yang sekarang sedang kulepas,
Benarkah sesuatu yang berharga yang suatu saat akan kusesali,
Atau hanya serpihan cinta yang memudar yang akan kutemukan lagi?
Semakin tua, aku akan semakin laku, sementara gadis sepertimu, semakin tua akan semakin mengobral diri..
Aku masih tidak beranjak,
Aku juga tidak menjemputmu,
Tidak mau dijadikan kenangan untukmu,
Membiarkanmu melebur bersama sisa2 cintaku..
Aku mudah mendapatkan cewe,
Mungkin lain kali pada gadis itu aku akan mengcopy kata2 padamu dulu..
Mercusuar,
Manusia bodoh,
Impian,
Pelabuhan terakhir,
Sangat cinta..
Dan bertaruh, bagaimana hasilnya, bisakah mempertahankannya?
Mungkin,aku hanya malas mempertahankan, yang pergi kubiarkan pergi berlalu,
Tidak ada niat untuk mempertahankannya kembali..
Karna kepergianmu bagaikan takdir, padahal,aku mungkin bisa mengubah takdir itu..
Kau makin kurus, nampak tersiksa, senyummu kembali nampak dipaksakan,
Aku tidak tahu, akhirnya justru akulah yang membuatmu paling sakit hati, menggali lubang yang lain di hatimu,
Maaf,
Kau tanya, masihkah aku mencintaimu?
Kau tahu jawabannya sayang..
Anggaplah aku angin yang berlalu, delusi, yang sebenarnya tidak pernah ada...
Kekasih, calon istri, mantan pacarku,,... Part 7
Aku suka bintang, bintang yang terlihat biasa, tapi saat bersinar, dia akan jadi paling terang dari semuanya..
Aku juga suka angka 14, suka pakai jaket biru buduk yang sbnrny bukan milikku.
Aku tidak suka makanan panas, aku harus meniupnya dulu sampai dingin.. Tapi aku suka pedas.
Aku suka dipeluk dari belakang, rasanya nyaman..
Aku selalu menggosok gigi dan lidahku hingga ke dalam..
Aku gaptek dalam komputer dan internet,
Kadang,aku bisa cape mengunyah,dan itu artinya aku ingin tidur,
Aku bermimpi menjadi dosen, dan berkeliling jalan dengan mobil ambulance, tapi, yang paling membuatku bahagia, ketika bisa melihat senyum pasien..
Besar nanti,aku ingin jadi dokter bedah jantung, tapi byk org mengusulkan jadi spog.
Saat kaya ,aku ingin membeli motor gede, karna aku suka balapan..
Bajuku itu2 saja,aku paling malas memilih baju dan belanja, tapi aku sangat suka barang2 yang mengkilap seperti perhiasan maupun jam tangan.
Aku berubah dan belajar dari pengalaman, menjadi cowo yang baik, tidak lagi mempermainkan cewe, tidak dugem, tidak berkelahi, dan belajar untuk bersosialisasi.
Aku sangat cinta keluargaku, karna siku tidak dapat ditekuk keluar, bagaimanapun, keluargaku salah seperti apa, aku harus membelanya.
Aku kagum pada kakakku, dia hebat, tapi dia sangat mencintaiku, karna aku kepanasan, dia mengijinkanku tidur di dekat ventilasi bawah pintu, sedang dia, hanya meletakkan jempol kakinya merasakan angin keluar masuk.
Aku malas, dan suka tidur. Aku tidak suka belajar, tidak suka menghafal, tapi aku sangat suka pengertian.. Belajar bukan soal hafalan saja, tapi juga pemahaman..
Aku punya teman baik, aku menemaninya ngapel cewe, dan dia selalu membantuku tanpa perhitungan..
Seseorang yang sangat kusukai pernah berkata bahwa mencintai itu mudah, tapi mempertahankan itu sulit..
Aku ingin memiliki istri yang saleh, yang mencintai anakku, dan bisa memberinya pengertian bahwa aku sibuk karna bekerja untuk nya..
Aku juga suka angka 14, suka pakai jaket biru buduk yang sbnrny bukan milikku.
Aku tidak suka makanan panas, aku harus meniupnya dulu sampai dingin.. Tapi aku suka pedas.
Aku suka dipeluk dari belakang, rasanya nyaman..
Aku selalu menggosok gigi dan lidahku hingga ke dalam..
Aku gaptek dalam komputer dan internet,
Kadang,aku bisa cape mengunyah,dan itu artinya aku ingin tidur,
Aku bermimpi menjadi dosen, dan berkeliling jalan dengan mobil ambulance, tapi, yang paling membuatku bahagia, ketika bisa melihat senyum pasien..
Besar nanti,aku ingin jadi dokter bedah jantung, tapi byk org mengusulkan jadi spog.
Saat kaya ,aku ingin membeli motor gede, karna aku suka balapan..
Bajuku itu2 saja,aku paling malas memilih baju dan belanja, tapi aku sangat suka barang2 yang mengkilap seperti perhiasan maupun jam tangan.
Aku berubah dan belajar dari pengalaman, menjadi cowo yang baik, tidak lagi mempermainkan cewe, tidak dugem, tidak berkelahi, dan belajar untuk bersosialisasi.
Aku sangat cinta keluargaku, karna siku tidak dapat ditekuk keluar, bagaimanapun, keluargaku salah seperti apa, aku harus membelanya.
Aku kagum pada kakakku, dia hebat, tapi dia sangat mencintaiku, karna aku kepanasan, dia mengijinkanku tidur di dekat ventilasi bawah pintu, sedang dia, hanya meletakkan jempol kakinya merasakan angin keluar masuk.
Aku malas, dan suka tidur. Aku tidak suka belajar, tidak suka menghafal, tapi aku sangat suka pengertian.. Belajar bukan soal hafalan saja, tapi juga pemahaman..
Aku punya teman baik, aku menemaninya ngapel cewe, dan dia selalu membantuku tanpa perhitungan..
Seseorang yang sangat kusukai pernah berkata bahwa mencintai itu mudah, tapi mempertahankan itu sulit..
Aku ingin memiliki istri yang saleh, yang mencintai anakku, dan bisa memberinya pengertian bahwa aku sibuk karna bekerja untuk nya..
Kekasih, calon istri, mantan pacarku,,... Part 6
Kasih, apakah ini sebentuk ujian?
Apakah ini artinya diuji, seberapa kuat hubungan kita, seberapa aku benar2 mencintaimu?
Aku merasa sangat galau,
Aku tetap berharap kau selingkuh saja..
Karna aku malu, telah terlanjur menuduhmu tanpa mencoba mengerti yang kau jalani..
Padahal aku tau, kamu lemah, manja pada yang memanjakanmu,tapi ingin berubah, mencintaiku.. Tapi aku malah tak mau tau, justru meyakini itu hanya omong kosong.
Aku tidak tau apa yang sekarang kamu rasakan..
Sedang memikirkan aku kah?
Seberapa sakit kah?
Menderitakah tak menemukan cintaku lagi?
Kacaukah merasa benar tapi tak dipercaya oleh orang yang mengaku mencintaimu?
Perihkah menyadari lelaki yang selama ini jadi impianmu, yang kau harapkan sebagai calon suamimu, pada akhirnya, adalah satu2nya orang yang paling tidak mengertimu, tidak berpihak padamu?
Hingga kau rela merendahkan martabatmu, mengemis cintaku kembali?
Aku merasa mungkin ini karma, mungkin, tak semudah itu menemukan cinta sejati, apalagi mempertahankannya..
Kau bilang, kau menungguku ada di menara tertinggi, terus menungguku menyelamatkanmu dari rasa sedih tak berujung..
Sayang, apakah melupakanku begitu sulit?
Padahal, melupakanmu sudah begitu mudah, bahkan aku benci dan jijik padamu..
Benar, aku lupa, aku lupa kata2 manis yang selalu kuucapkan padamu,..
Senyumku pun sudah hilang untukmu,
Dan aku tak membutuhkan senyummu lagi..
Bahkan rasanya aku tak mengenalmu..
Kenapa harus begitu susah melupakanku?
Pergilah dengan teman2mu, milikilah hidupmu, nikmati..
Suatu saat kamu akan lupa kisah kita.. Dan tua nanti, kita akan mentertawakannya bersama..
Apakah ini artinya diuji, seberapa kuat hubungan kita, seberapa aku benar2 mencintaimu?
Aku merasa sangat galau,
Aku tetap berharap kau selingkuh saja..
Karna aku malu, telah terlanjur menuduhmu tanpa mencoba mengerti yang kau jalani..
Padahal aku tau, kamu lemah, manja pada yang memanjakanmu,tapi ingin berubah, mencintaiku.. Tapi aku malah tak mau tau, justru meyakini itu hanya omong kosong.
Aku tidak tau apa yang sekarang kamu rasakan..
Sedang memikirkan aku kah?
Seberapa sakit kah?
Menderitakah tak menemukan cintaku lagi?
Kacaukah merasa benar tapi tak dipercaya oleh orang yang mengaku mencintaimu?
Perihkah menyadari lelaki yang selama ini jadi impianmu, yang kau harapkan sebagai calon suamimu, pada akhirnya, adalah satu2nya orang yang paling tidak mengertimu, tidak berpihak padamu?
Hingga kau rela merendahkan martabatmu, mengemis cintaku kembali?
Aku merasa mungkin ini karma, mungkin, tak semudah itu menemukan cinta sejati, apalagi mempertahankannya..
Kau bilang, kau menungguku ada di menara tertinggi, terus menungguku menyelamatkanmu dari rasa sedih tak berujung..
Sayang, apakah melupakanku begitu sulit?
Padahal, melupakanmu sudah begitu mudah, bahkan aku benci dan jijik padamu..
Benar, aku lupa, aku lupa kata2 manis yang selalu kuucapkan padamu,..
Senyumku pun sudah hilang untukmu,
Dan aku tak membutuhkan senyummu lagi..
Bahkan rasanya aku tak mengenalmu..
Kenapa harus begitu susah melupakanku?
Pergilah dengan teman2mu, milikilah hidupmu, nikmati..
Suatu saat kamu akan lupa kisah kita.. Dan tua nanti, kita akan mentertawakannya bersama..
Kekasih, calon istri, mantan pacarku,,... Part 5
Waktu benar2 merupakan suatu pengujian bagiku,
Dalam sesaat mengenalnya, aku merasakan yang namanya mencintai, dicintai, tersakiti, kekecewaan, penantian dan.. Kepercayaan..
Selama ini, otakku terus memaksaku untuk cemburu, protektif..
Padahal aku tau, dia bagaikan senar.. Yang dikendorkan akan lepas, dikencangkan akan putus..
Aku justru sering menuntutnya, menyalahkannya,berpikir negatif padanya..
Aku selalu menuduhnya menggoda lelaki lain,
Yang sebenarnya aku takut itu terjadi..
Takut kehilangannya..
Aku percaya tidak percaya membaca surat itu,
Aku tidak tahu, dia mempertahankanku sedemikian dihatinya..
Aku tidak tahu, dia main petak umpet dengan psikopat itu hanya karna dia terharu memiliki teman satu2nya...
Aku tidak tahu, karna dia mempercayaiku, barulah dia melakukan itu semua..
Karna dia merasa aku percaya padanya, pengertian padanya, bahwa gadisku adalah gadis yang baik dan benar2 mencintaiku..
Tapi, dia tidak mengatakan padaku,
Karna aku selalu beranggapan buruk padanya,
Mungkinkah aku selalu memandangnya jelek jauh di dalam hatiku? Aku tidak pernah pengertian padanya..
Merasa semua yang dibuatnya adalah salah..
Aku tidak mau percaya, dia tidak selingkuh, hatiku benar2 telah membeku..
Akan sangat mudah bagiku, bila dia benar selingkuh..
Tapi ini?
Kedua kalinya seperti dihantam hujan batu besar..
Aku bukan dewa sayang,
Walau aku selalu mengatakan tulus padamu, mencintaimu,
Tapi aku hanya manusia..
Dan kata2,hanyalah sebatas kata2...
Mungkin,
Selama ini,aku yang berbohong..
Dalam sesaat mengenalnya, aku merasakan yang namanya mencintai, dicintai, tersakiti, kekecewaan, penantian dan.. Kepercayaan..
Selama ini, otakku terus memaksaku untuk cemburu, protektif..
Padahal aku tau, dia bagaikan senar.. Yang dikendorkan akan lepas, dikencangkan akan putus..
Aku justru sering menuntutnya, menyalahkannya,berpikir negatif padanya..
Aku selalu menuduhnya menggoda lelaki lain,
Yang sebenarnya aku takut itu terjadi..
Takut kehilangannya..
Aku percaya tidak percaya membaca surat itu,
Aku tidak tahu, dia mempertahankanku sedemikian dihatinya..
Aku tidak tahu, dia main petak umpet dengan psikopat itu hanya karna dia terharu memiliki teman satu2nya...
Aku tidak tahu, karna dia mempercayaiku, barulah dia melakukan itu semua..
Karna dia merasa aku percaya padanya, pengertian padanya, bahwa gadisku adalah gadis yang baik dan benar2 mencintaiku..
Tapi, dia tidak mengatakan padaku,
Karna aku selalu beranggapan buruk padanya,
Mungkinkah aku selalu memandangnya jelek jauh di dalam hatiku? Aku tidak pernah pengertian padanya..
Merasa semua yang dibuatnya adalah salah..
Aku tidak mau percaya, dia tidak selingkuh, hatiku benar2 telah membeku..
Akan sangat mudah bagiku, bila dia benar selingkuh..
Tapi ini?
Kedua kalinya seperti dihantam hujan batu besar..
Aku bukan dewa sayang,
Walau aku selalu mengatakan tulus padamu, mencintaimu,
Tapi aku hanya manusia..
Dan kata2,hanyalah sebatas kata2...
Mungkin,
Selama ini,aku yang berbohong..
Kekasih, calon istri, mantan pacarku,,... Part 4
Hari itu, aku memutuskan untuk meninggalkannya..
Sepenuh hatiku aku mencoba melupakannya...
Saat dia kembali,
Dengan derai air mata dan kata maaf,
Saat itu,hatiku benar2 telah membeku...
Sms yang selalu kutunggu, justru saat ini aku enggan membalasnya..
Telpon yang selalu aku nantikan, aku justru malas mengangkatnya..
Kedatangan yang kuharapkan, aku malah ingin mengusirnya...
Dia terus merengek,
Menangis,
Menyiksa diri,
Mengemis cintaku kembali..
Tapi, tidakkah kau ingat, harga diriku sangat tinggi...
Dan semakin lama, dirimu yang selalu dipuja puja, sekarang hanyalah gadis tanpa harga diri yang mengemis cinta padaku,
Setelah berselingkuh,
Dimana keanggunanmu yang dulu?
Rasa malu pun sekarang kau tak punya, masih menampakkan wajah di depanku...
Aku tidak lagi tertarik padamu,
Walau kau mengatakan akan melakukan apa saja demiku,
Cintaku benar2 tak berbekas,tak tahu harus mencari ke mana..
Kau masih tanpa malu berdiri,
Walau semua orang tau kau selingkuh,
Demi lelaki tanpa arti dibanding diriku ini..
Aku kecewa,
Sebegitukah cintamu yang palsu,
Kebohonganmu,
Aku muak!
Biar waktu yang mengobati semua ini,
Mungkin ini terbaik untukmu..
Tapi, waktu kau datang lagi dengan sebuah surat..
Itulah hari dimana aku menemukan musuh besarku,
Harga diri...
Sepenuh hatiku aku mencoba melupakannya...
Saat dia kembali,
Dengan derai air mata dan kata maaf,
Saat itu,hatiku benar2 telah membeku...
Sms yang selalu kutunggu, justru saat ini aku enggan membalasnya..
Telpon yang selalu aku nantikan, aku justru malas mengangkatnya..
Kedatangan yang kuharapkan, aku malah ingin mengusirnya...
Dia terus merengek,
Menangis,
Menyiksa diri,
Mengemis cintaku kembali..
Tapi, tidakkah kau ingat, harga diriku sangat tinggi...
Dan semakin lama, dirimu yang selalu dipuja puja, sekarang hanyalah gadis tanpa harga diri yang mengemis cinta padaku,
Setelah berselingkuh,
Dimana keanggunanmu yang dulu?
Rasa malu pun sekarang kau tak punya, masih menampakkan wajah di depanku...
Aku tidak lagi tertarik padamu,
Walau kau mengatakan akan melakukan apa saja demiku,
Cintaku benar2 tak berbekas,tak tahu harus mencari ke mana..
Kau masih tanpa malu berdiri,
Walau semua orang tau kau selingkuh,
Demi lelaki tanpa arti dibanding diriku ini..
Aku kecewa,
Sebegitukah cintamu yang palsu,
Kebohonganmu,
Aku muak!
Biar waktu yang mengobati semua ini,
Mungkin ini terbaik untukmu..
Tapi, waktu kau datang lagi dengan sebuah surat..
Itulah hari dimana aku menemukan musuh besarku,
Harga diri...
Kekasih, calon istri, mantan pacarku,,... Part 3
Rasa cinta ini tidak dapat diibaratkan dengan seluas lautan,
Rasa cinta ini bagaikan kuku,...
Yang ketika dipotong akan terus tumbuh dan tumbuh seumur hidupmu,
Menemukan cinta yang kau rasa cinta sejati...
Aku melepasnya pergi,
Karena itu adalah impiannya,
Dan berjanji akan terus menunggunya bagaikan manusia bodoh merindukan bulan...
Tak jarang berharap, dia selalu ada di sisiku,..
Pasti, suatu saat nanti, dia akan ada di sisiku,
Selamanya...
Waktu,
Selalu mempermainkanku,
Dia mulai jarang memperhatikanku,
Lebih sering em0si terhadapku,
Dan tak jarang, aku mulai merasakan, sakitnya mencintai,...
Ketika kulihat, fotonya, selalu ada lelaki itu...
Mungkin selama ini, lelaki itu telah menjadi pelariannya tanpaku,
Aku tidak bohong,
Akupun punya pelarian yang mengisi sepi hariku,
Tapi...
Tangan yang saling berpagut itu,
Benar2 membuatku menyadari sesuatu...
Inilah sakitnya cinta tak berbalas...
Diam2 air mataku pertama kalinya menetes demi gadis ini..
Gadis macam ini,
Mau tak mau aku jadi benar2 percaya gosip2 tahun lalu,..
Dia benar2 tidak setia dan murahan..
Dia selingkuh.
Rasa cinta ini bagaikan kuku,...
Yang ketika dipotong akan terus tumbuh dan tumbuh seumur hidupmu,
Menemukan cinta yang kau rasa cinta sejati...
Aku melepasnya pergi,
Karena itu adalah impiannya,
Dan berjanji akan terus menunggunya bagaikan manusia bodoh merindukan bulan...
Tak jarang berharap, dia selalu ada di sisiku,..
Pasti, suatu saat nanti, dia akan ada di sisiku,
Selamanya...
Waktu,
Selalu mempermainkanku,
Dia mulai jarang memperhatikanku,
Lebih sering em0si terhadapku,
Dan tak jarang, aku mulai merasakan, sakitnya mencintai,...
Ketika kulihat, fotonya, selalu ada lelaki itu...
Mungkin selama ini, lelaki itu telah menjadi pelariannya tanpaku,
Aku tidak bohong,
Akupun punya pelarian yang mengisi sepi hariku,
Tapi...
Tangan yang saling berpagut itu,
Benar2 membuatku menyadari sesuatu...
Inilah sakitnya cinta tak berbalas...
Diam2 air mataku pertama kalinya menetes demi gadis ini..
Gadis macam ini,
Mau tak mau aku jadi benar2 percaya gosip2 tahun lalu,..
Dia benar2 tidak setia dan murahan..
Dia selingkuh.
Senin, 09 Agustus 2010
Kekasih, calon istri, mantan pacarku,,... Part 2
Mengenalnya adalah anugerah,
Aku yang memberanikan diri membuat takdir ini,
Aku akhirnya berkenalan dan mengajaknya pergi...
Rasanya, sungguh tak percaya, dia bisa ada di sisiku..
Mengajaknya ke panti asuhan, panti jompo, mall.. Hari yang sungguh berharga,
Aku bahkan lupa gosip2 buruk yang menerpanya,
Awalnya, dia memang jutek kepadaku,
Tapi, aku playboy kakap ini selalu dapat menangkap incaranku,
Sampai akhirnya, dia tersenyum...
Sejak melihat senyumnya, mendadak, aku berjanji pada diriku tidak ingin melihat senyum itu pudar...
Dia sangat ... Menarik.
Seharian, aku terus memperhatikannya..
Senyumnya,
Pintarnya,
Gayanya yang cool,
Anggun.. Baik hati,
Gadis yang didambakan,
Dalam sehari,aku telah jatuh hati...
Aku merasa nyaman di dekatnya, rasa yang lama tak kurasakan,
Semakin hari,aku semakin mengingkari gosip2 sialan itu..
Gadis didepanku ini, sempurna bagiku,
Dia baik, anggun, cantik, pintar, romantis...
Dan semakin hari semakin terpes0na oleh kebodohannya, sederhana, ceroboh, lucu...
Senyumnya terus mengikatku..
Inilah pelabuhanku,
Yg terakhir...
Aku bagaikan bermimpi ketika mendapatkannya,
Dia memilihku, diantara lelaki2 itu,
Akulah pemenangnya...
Aku secara tidak langsung, memang turut andil atas sakit hati lelaki2 itu.. Beberapa menangis.. Karena dia memilihku,
Aku tidak tahu,
Sebegitu pedihnya kah cinta yang tak berbalas?
Seberapa sakitnya mencintai yang tak mencintai kita?
Entahlah,
Yang aku peduli,
Saat ini, aku adalah lelaki yang beruntung...
Hingga, hari itu datang juga..
Hari dimana cinta kita akan diuji..
Cinta jarak jauh..
Aku yang memberanikan diri membuat takdir ini,
Aku akhirnya berkenalan dan mengajaknya pergi...
Rasanya, sungguh tak percaya, dia bisa ada di sisiku..
Mengajaknya ke panti asuhan, panti jompo, mall.. Hari yang sungguh berharga,
Aku bahkan lupa gosip2 buruk yang menerpanya,
Awalnya, dia memang jutek kepadaku,
Tapi, aku playboy kakap ini selalu dapat menangkap incaranku,
Sampai akhirnya, dia tersenyum...
Sejak melihat senyumnya, mendadak, aku berjanji pada diriku tidak ingin melihat senyum itu pudar...
Dia sangat ... Menarik.
Seharian, aku terus memperhatikannya..
Senyumnya,
Pintarnya,
Gayanya yang cool,
Anggun.. Baik hati,
Gadis yang didambakan,
Dalam sehari,aku telah jatuh hati...
Aku merasa nyaman di dekatnya, rasa yang lama tak kurasakan,
Semakin hari,aku semakin mengingkari gosip2 sialan itu..
Gadis didepanku ini, sempurna bagiku,
Dia baik, anggun, cantik, pintar, romantis...
Dan semakin hari semakin terpes0na oleh kebodohannya, sederhana, ceroboh, lucu...
Senyumnya terus mengikatku..
Inilah pelabuhanku,
Yg terakhir...
Aku bagaikan bermimpi ketika mendapatkannya,
Dia memilihku, diantara lelaki2 itu,
Akulah pemenangnya...
Aku secara tidak langsung, memang turut andil atas sakit hati lelaki2 itu.. Beberapa menangis.. Karena dia memilihku,
Aku tidak tahu,
Sebegitu pedihnya kah cinta yang tak berbalas?
Seberapa sakitnya mencintai yang tak mencintai kita?
Entahlah,
Yang aku peduli,
Saat ini, aku adalah lelaki yang beruntung...
Hingga, hari itu datang juga..
Hari dimana cinta kita akan diuji..
Cinta jarak jauh..
Langganan:
Postingan (Atom)
